← Beranda Budaya & Adat · Sel, 26 Mei · 2 mnt baca
Mejuah-juah Di Lapangan Alexander Firdaust Meliala (Medan) Meski sudah dua hari berlalu, masih banyak hal menarik untuk diceritakan terkait kegiatan #SaveTanahKaro di Medan kemari…
Karena rasa ragu-ragu, awalnya tak ada satupun peserta long march mau mengikuti arahan Steven Amor Tarigan untuk mendekati panggung membagi-bagi sticker. Baru setelah beberapa kali Steven meyakinkan dan mengajak teman-teman, sekitar 10 orang peserta long march bergerak menuju panggung.
Karena kita masih lengkap dengan atribut Save Tanah Karo, dimana sebagian masih menggunakan ikat kepala, serta sebagian lainnya membawa spanduk Save Tanah Karo, awal kehadiran kita di dekat panggung kurang diterima. Mungkin dikira sebagai pengacau acara?
Begitu pula sebagian dari puluhan para penonton yang berada di bawah tratak yang tidak jauh dari panggung. Tampak ada yang langsung berdiri ketika kita dan kawan-kawan tiba di bawah panggung.
Mengingat tujuan awal kita memang hanya membagi-bagikan sticker, maka pikiran-pikiran liar terkait kedatangan kita sirna. Para peserta long march ikut larut pula berjingkrak bersama penonton lainnya sembari terus membagi-bagi sticker yang masih tersisa kepada para penonton.
Ketika lagu telah usai dibawakan oleh kedua rappers, sticker di tangan teman-teman pun telah pula ludes dibagikan. Teman-teman pun beranjak dari panggung dan kembali ke Pendodo Lapangan Merdeka.
Saat pihak MC acara pegelaran musik berbicara melalui pengeras suara, dia tak lupa mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta long march Save Tanah Karo yang diperkirakan masih luar biasa banyak, sekitar 500 orang. MC itu juga mengucapkan mejuah-juah , yakni salam khas Suku Karo. Tak kurang diucapkannya 3 kali setelah memberikan sekilas ucapan selamat datang kepada para peserta long march Save Tanah Karo.
Sekembalinya para peserta long march dari panggung menuju Pendopo Lapangan Merdeka, kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan menggelar tikar di sana. Sebagian peserta long march tampil duduk-duduk di tikar yang digelar, sementara di panggung yang berjarak sekitar 15 meter dari ruangan pendopo, pegelaran acara musik terus berlanjut tanpa ada hambatan. // //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.