Mengapa Ekowisata Karo?
Oleh: Esra Barus (Medan) Pemandangan dari puncak Gunung Sibuaten (Kabupaten Karo)[/caption] Mari kita sebutkan tujuan wisata yang menarik beberapa tahun bela…
Oleh: Esra Barus (Medan) Pemandangan dari puncak Gunung Sibuaten (Kabupaten Karo)[/caption] Mari kita sebutkan tujuan wisata yang menarik beberapa tahun belakangan ini: Raja Ampat, Semeru, Sabang, Wakatobi, Derawan, Lombok, dll. Trend tujuan wisata belakangan ini berubah dari wisata yang modern (tempat bermain, hotel , casino , kapal pesiar) ke wisata alam. Di Indonesia sendiri, trend wisata alam meningkat drastis setelah munculnya film 5 Cm.
Tidak kurang dari 500 orang ikut mendaki saat kami ke Sibayak. Mereka berjibaku ke puncak bukit Takal Kuda untuk melihat sunrise. Bayangkan berapa income yang diperoleh dari 500 orang tersebut, jika kita valuasikan perjalanan wisatanya. Sewa parkir Rp. 15.000 per motor. Makanan, tenda, minuman, retribusi, dan biaya yang dikeluarkan per orangan kira-kira Rp. 80.000 per malam dikali 500 orang = Rp. 40 juta setiap Malam Minggu.
“Ya, ada yang aneh dengan kami?” jawabku.
Kalau di Karo, orangnya ramah, makanannya baik, budaya baik, dan sopan,” tuturnya.
Saya tidak tahu dia berkata demikian hanya untuk menyenangkan hati kami saja atau memang jujur. Takur-takur (kantong semar, nephentes sp) [/caption] Objek daya tarik wisata alam (ODTWA) tidak hanya menyajikan pemandangan yang bagus tetapi potensi flora berupa tumbuhan obat, tumbuhan unik, satwa liar, formasi batu-batuan dan lain-lain. Apakan kam mengenal tumbuhan Surat-surat Dibata yang konon katanya bisa jumpa kalau tidak dicari dan tidak akan pernah jumpa kalau dicari? Apakah kam mengenal tumbuhan gagaten arimo yang menjadi doping alami yang lebar daunnya hanya 2 centimeter bujur sangkar bisa menjaga saya turun dari puncak Sibuatan. Dengan seteguk air plus daun gagaten arimo ini selama 4 jam sampai ke kaki gunung. Apakah kam mengenal takur-takur (kantong semar, nephentes sp) yang banyak di hutan Karo? Orang Karo cenderung berwisata ke tempat yang modern sebelum mereka mengenal daerahnya sendiri. Padahal orang luar (wisatawan luar negeri) sangat tertarik dengan kekayaan flora dan fauna di Karo. Saya malu ketika teman saya lebih mengenal Karo daripada saya sendiri. Banyak kegiatan bersih-bersih di tempat ekowisata dan kebanyakan dilakukan oleh orang non Karo. Mengapa harus objek wisata alam? (BERSAMBUNG) //