Perjalanan Ke Batu Manuppak (kabupaten Toba — Sorasirulo
← Beranda

Perjalanan Ke Batu Manuppak (kabupaten Toba

Oleh: Esra Barus (Lumbanjulu) Batu Manuppak adalah sebuah bukit di Kecamatan Nassau (Kabupaten Tobasa). Nama Batu Manuppak juga menjadi nama sebuah desa yang…

Perjalanan Ke Batu Manuppak (kabupaten Toba
Oleh: Esra Barus (Lumbanjulu)

Batu Manuppak adalah sebuah bukit di Kecamatan Nassau (Kabupaten Tobasa). Nama Batu Manuppak juga menjadi nama sebuah desa yang memiliki batu besar menjulang di puncaknya. Di bawah bukit inilah terdapat sebuah desa yang bernama Batu Manuppak. Batu Manuppak berada pada koordinat 99° 23' 51.29" E, 2° 15' 3.19" N.

Penjelajahan Batu Manuppak merupakan rekomendasi dari dosen saya untuk penelitian ekowisata di KPHL Tobasa. Saya Berangkat dari Kantor KPHL Aek Natolu menggunakan bus KBT dan Turun di Simpang Silimbat. Di sana seorang Polhut (Polisi Hutan) telah menunggu untuk mengantarkan saya menuju Desa Batu Manuppak. Waktu tempuh menuju Batu Manuppak dari Silimbat adalah 2 jam melewati jalan aspal kecil dan pemandangan Danau Toba. Memanjat tebing dengan menggunakan akar gantung.[/caption] Sesampainya di Batu Manuppak, saya diterima oleh seorang warga bermarga Simangunsong untuk menginap di rumahnya. Kami pun bercerita sambil meminum beberapa gelas tuak dengan warga sekitar di lapo tuak miliknya. Seorang pemuda bersedia menemani saya mengeksplorasi bukit tersebut. Warga Batu Manuppak adalah warga yang ramah dan mereka menceritakan sejarah Batu Manuppak. Namun, bukan sejarahnya yang akan kita bahas di sini. Pukul 10.00 Wib keesokan harinya, kami berangkat dari kampung membawa bekal dan peralatan untuk penelitian. Di awal perjalanan akan terlihat kolam-kolam ikan, sawah dan ladang warga. Umumnya masyarakat di sini menanam kopi dan andaliman (sejenis tuba tapi khas Batak) mereka juga sering pergi ke hutan untuk memanen getah pohon kemenyan.

Sesampainya di pintu rimba, kita dapat melihat pepohonan yang memiliki diameter besar, berbagai jenis anggrek dan flora unik. Sudah ada jalur sampai ke pertengahan namun belum ada jalur yang pasti sampai ke puncak. Menurut pemandu yang membawa saya, di bukit ini sering juga dilakukan ritual pengobatan.