Terlantar Di Medan, Pemuda Pangururan Datangi Kantor — Sorasirulo
← Beranda

Terlantar Di Medan, Pemuda Pangururan Datangi Kantor

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Ibu tiri tak sekejam ibu kota, pepatah tersebut kini dirasakan oleh J. Sinaga (32) warga Pangururan, Samosir. Kenapa tidak, sudah te…

Begitu turun di stasiun bus jurusan Medan--Pangururan, Sinaga mulai merasakan perihnya hidup di Kota Medan. Apa lagi siang itu rasa haus dan perut mulai keroncongan. Dengan terpaksa, Sinaga membeli makanan ala kadarnya untuk menahan haus dan lapar di pinggir jalan.

Usai menikamati makan siang, pemuda perperawakan kurus ini mulai mengitari Jl. Jamin Ginting. Namun, pria berambut cepak ini tak kunjung mendapat pekerjaan meski hanya untuk sekedar lepas makan. Bahkan, kejadian itu sudah berlangsung selama 2 hari.

Pada hari ke tiga berada di Kota Medan , di sebuah halte bus, secara tidak sengaja, Sinaga ditegur oleh seorang pria merga Sembiring. Orang ini mengaku tinggal di kawasan Simpang Selayang.

Begitu bertutur sapa dengan Sembiring, Sinaga yang tidak memiliki sanak saudara di Kota Medan, langsung meluapkan isi hatinya. Tujuan utamanya ke Kota Medan adalah untuk mencari pekerjaan.

Pura-pura iba melihat nasib Sinaga, Sembiring membawanya ke sebuah warung. Sambil menikmati segelas teh, Sembiring pun mengaku mampu menawarkan dirinya bekerja di sebuah bengkel tempatnya bekerja. Namun, sebagai balas jasa, Sembiring meminta kepada Sinaga agar menyerahkan uangnya kepada Sembiring.

Percaya dengan ucapan Sembiring, Sinaga akhirnya menuruti permintaan pelaku. Begitu uang sebesar Rp 90 ribu diserahkan. Sembiring pergi dengan alasan hendak menjumpai pemilik bengkel tempatnya bekerja. Mirisnya, hingga siang ditunggu, Sembiring tak kunjung kembali menjumpai dirinya. Tahu sudah menjadi korban penipuan, dengan berjalan kaki, Sinaga lalu mendatangi Polsek Delitua.

"Aku ditipu, pak. Katanya ia mau beri aku pekerjaan di tempatnya bekerja di sebuah bengkel. Makanya aku serahkan uang itu. Tapi dia kembali menjumpai aku. Makanya saya mau buat laporan," kata Sinaga di Polsek Delitua.

Masih kata Sinaga, akibat uangnya telah dilarikan, ia tidak lagi memiliki uang untuk membeli nasi untuk makan siang.

"Uangku sudah habis di kantong, pak. Kemari (kantor Polisi) pun tadi aku terpaksa jalan kaki," aku Sinaga yang terlihat bajunya masih basah berlumuran keringat.

Merasa iba melihat Sinaga, salah satu anggota Polisi kemudian memberikan uang kepada korban untuk sekedar ongkos pulang. Setelah itu, Sinaga langsung bergegas pergi meninggalkan Mapolsek Delitua. //