← Beranda Budaya & Adat · Sab, 9 Mei · 2 mnt baca
Trend Oleh: Bastanta P. Sembiring (Jambi) Dalam satu film India (Kal Ho Naa Ho), dikisahkan: Di satu sudut Kota New York, berdiri dua restoran yang dimiliki oleh m…
Oleh: Bastanta P. Sembiring (Jambi) Dalam satu film India (Kal Ho Naa Ho), dikisahkan: Di satu sudut Kota New York, berdiri dua restoran yang dimiliki oleh migran asal Asia yang saling berhadapan. Restoran pertama dimiliki oleh keluarga asal Tiongkok. Tampak jelas itu punya orang Tionghoa, karena bagunan yang diusung bertemakan ketiongkokan, serta dengan menu-menu khas Tionghoa. Restoran ke dua, tepat berdiri di seberang jalan dimiliki oleh keluarga asal India, tetapi mengusung tema dan menu Barat.
Beberapa tahun kemudian, restoran yang dimiliki oleh orang India harus ditutup karena merugi akibat sepi pengunjung. Si pemilik tidak sanggup lagi menjalankan restoran itu, bahkan untuk sekedar bayar sewa gedung pun dia tidak sanggup lagi.
Padahal, di sisi lain, restoran Tiongkok yang tepat di depan makin lama makin ramai saja pengunjungnya. Tentunya ini menimbulkan tanda tanya besar.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.