← Beranda Nasional · Min, 18 Des · 5 mnt baca
Ahok Ke Kalijodo, Bela Atau Nista Agama Atau Pengalihan Penampakan Kalijodo di Akhir November 2016. Foto: Cultureindo.com .[/caption] Di Kalijodo praktek penistaan agama terjadi berpuluh-puluh tahun. Di sana prakt…
Penampakan Kalijodo di Akhir November 2016. Foto: Cultureindo.com .[/caption] Di Kalijodo praktek penistaan agama terjadi berpuluh-puluh tahun. Di sana praktek bisnis lendir yang dilarang semua agama terjadi. Para PSK, germo, pengusaha bar, preman, kaum lelaki penikmat syahwat mempraktekkan dosa di Kalijodo. Praktek bisnis lendir itu terjadi dalam waktu yang cukup lama, dari Gubernur DKI ke gubernur DKI lain. Padahal masyarakat DKI Jakarta menentang keras praktek prostitusi itu sebelumnya.
Di Kalijodo bibit segala kejahatan dan penyakit lahir. Seorang ayah secara sembunyi-sembunyi, memotong uang belanja isterinya hanya demi merengkuh kenikmatan di Kalijodo. Keluarga pun berantakan. Para anak muda pergi ke Kalijodo menghamburkan uang orangtuanya untuk test dan mencoba-coba melakukan pesta sex there in one dengan bumbu Narkoba. Lalu mereka jatuh ke dalam cengkraman Narkoba.
Para wanita muda yang seharusnya dididik berwira swasta terjun ke sana karena tidak butuh otak tetapi hanya butuh olah tubuh. Ketrampilan mengolah, menghias dan mengharumkan tubuh, laku keras untuk merengkuh Rupiah. Jadilah wanita-wanita muda dari berbagai penjuru Indonesia menjadi wanita mie instan, wanita ayam desa, ayam kampus, terjun ke Kalijodo untuk meraih mimpi kerja mudah, nikmat dan dapat uang banyak.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.