← Beranda Nasional · Sel, 4 Okt · 2 mnt baca
Bapak Penyabu Pukuli Anak Sampai IMANUEL SITEPU. DELITUA. Hanif Sidik (36) benar-benar ayah biadab. Bayangkan saja, lantaran doyan nyabu dan main perempuan, warga Jl. Karya Bakti, Kelurahan …
"Saya hanya main game kok, pak. Tapi saya dimarahi dan kepala saya dipukuli bapak, bang. Kepala dan perut saya juga ditunjang," kata H polos.
Mirisnya lagi sambung bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini, ayahnya Hanif juga pernah menempelkan pisau sepanjang 20 cm ke leherya tanpa sebab. Lain halnya dengan yang dikatakan Tarmiati (56) nenek H. Mulut cucunya Kl (3) adik H juga pernah dibekap dengan bantal oleh menantunya Hanif.
"Saat itu usia cucu saya masih 8 bulan. Untung saja anak saya Vebrinna langsung tau. Bukan hanya kedua cucuku, Vebrinna juga kerab dipukuli sejak mereka menikah 10 tahun lalu," bilang Tarimiati. Lanjutnya, memang kerja Sidik hanya main perempuan dan penyabu. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap. Asal ada duit, Hanif tidak pernah berada di rumah. Padahal, dulunya anak saya Vebrinna hanya bekerja di Pabrik Sarung Tangan di Kecamatan Namorambe.
"Tapi gaji anak saya selalu diambil duluan untuk difoya-foyakan Hanif. Maka itu anak saya mau minta cerai. Karena tidak tahan lagi hidup bersama suami yang suka main pukul, penyabu dan main perempuan," bebernya.
Kanit Reskrim Polsek Deltua Iptu Jonathan ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan korban untuk ditindaklanjuti.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.