Derita Petani Jeruk Guru — Sorasirulo
← Beranda

Derita Petani Jeruk Guru

DUSTRI GINTING. MUNTE. Di saat para petani jagung di banyak desa di Karo Barat manikmati panen jagung tahun ini dengan harga yang cukup tinggi (Rp. 5 ribu/ K…

Derita Petani Jeruk Guru

DUSTRI GINTING. MUNTE. Di saat para petani jagung di banyak desa di Karo Barat manikmati panen jagung tahun ini dengan harga yang cukup tinggi (Rp. 5 ribu/ Kg), warga Desa Guru Benua (Kecamatan Munte, Kabupaten Karo) gigit jari.

Tahun kemarin mereka agak ogah menanam jagung sehingga hanya sebagian kecil dari warga setempat yang menanam jagung dan menikmati harga jagung yang, kabarnya, sangat memuaskan para petaninya. Warga Guru Benua mengharapkan pemasukan tahun ini dari hasil panen jeruk. Tapi, waduh .... situasi dan kondisi panen buah jeruk kali ini sangat mengesalkan mereka. Harga buah jeruk yang biasanya Rp. 8 - 11 ribu/ Kg kini jatuh ke harga Rp. 4 - 5 ribu/ Kg. Selain itu, wabah lalat buah (citcit ) juga menghantui para petani jeruk. Lalat ini menusuk buah-buah jeruk dan membuatnya busuk dari dalam sehingga tidak lagi laku dijual. Seperti terlihat pada foto, buah-buah jeruk yang belum sempat dipanen berjatuhan dari pohonnya karena membusuk setelah lalat buah menusuk daging buahnya dan meletakkan telur-telurnya di sana. Selain mengakibatkan kurangnya jumlah hasil panen secara kuantitas, kondisi begini membuat nilai jual dari buah-buah jeruk yang berhasil dipanen juga menurun. Soalnya, ketahanan buah jeruk dari daerah yang telah terkena wabah lalat buah ini kabarnya juga menurun.

Sebagaimana pernah diberitakan oleh Sora Sirulo, para pedagang di Pekanbaru melihat buah-buah jeruk dari daerah-daerah tertentu lebih cepat membusuk daripada buah-buah jeruk yang berasal dari daerah bebas lalat buah.