Hampir Setahun Sembiring Meniduri Anak — Sorasirulo
← Beranda

Hampir Setahun Sembiring Meniduri Anak

IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. S. Sembiring (43) memang ayah biadab. Bayangkan saja, warga Dusun 3 Desa Delitua (Kecamatan Namorambe) ini tega menjadikan anak ti…

Akan tetapi sambung Indah, begitu S. Sembiring sampai di rumah neneknya yang terbuat dari dinding tepas beratap rumbia tersebut, S. Sembiring yang melihat situasi rumah agak sunyi, tiba tiba membekap mulutnya.

"Siang itu saya kebetulan sedang tidur di kamar karena kurang enak badan. Karena mulutku disumpal, aku berupaya meronta. Namun aku tak kuasa karena ayah tiriku itu mengancam akan membunuhku dengan cara mencekik leherku," kenang Indah.

Melihat aku tak berdaya, bapak pun dengan leluasa menciumi bibirku. Setelah itu, bapak membuka baju dan celanaku. Begitu seluruh pakaianku telah terlepas, bapak kembali menciumi bibir dan menjilati payudaraku. Selanjutnya, bapak membuka baju dan celananya. Setelah kami telanjang bulat berdua, bapak kembali menjilati payudara dan kemaluanku.

"Kemudian, bapak menindih tubuhku lalu memasukan kemaluannya ke dalam kemaluanku. Setelah ayah klimaks, bapak dengan tergesa-gesa mengenakan pakaiannya. Begitu selesai mengenakan pakaiannya, sebelum pergi, bapak kembali mengancam aku, dengan berkata: "Awas kalau kau ceritakan sama mamakmu, kubunuh kau." Bilang Indah menirukan ucapan ayah tirinya.

Setelah kejadian itu, Indah pun tidak berani menceritakan sama siapa pun.

"Karena bapak tau aku tak berani buka mulut, bapak selalu mengulangi perbuatannya, dan terakhir kali dilakukan pada bulan Agustus 2016 lalu," bebernya.

Sementara menurut penjelasan R beru Tarigan ibu kandung Indah, ia berumahtangga dengan S. Sembiring sekira 7 tahun yang lalu, tak lama setelah ditinggal cerai suami pertamanya. Dari perkawinanya dengan Seta, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.

"Saya memang menyuruh Indah tinggal di rumah neneknya karena saya janda dan berumahtangga dengan duda. Setelah berumahtangga dengan Seta, kami dikaruniai anak satu," kata beru Tarigan.

Menurut beru Tarigan, suaminya S. Sembiring mulai berubah setelah ia melahirkan anak hasil perkawinan mereka.

"Perlakuan S mulai menjadi-jadi setelah saya melahirkan putranya. Karena tidak bisa memasak dan menyuci, saya menyuruh Indah datang ke rumah kami untuk merawat saya. Kesempatan itulah dipergunakan S mendekati anak saya. Sebenarnya, saya juga pernah melihat S mencium Indah di depan ruangan tamu rumah kami. Begitu dicium saya langsung berontak, dan pada saat itu S minta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya," bebernya lagi.

Setelah mengetahui Indah sudah ditiduri suaminya dari tetangga, dengan diam-diam diapun melaporkan suaminya ke Polres Deliserdang.

"Sekarang S sudah ditangkap Polres Deliserdang. Ia ditangkap Jumat tanggal 7 Oktober kemarin. Untuk menangkap Seta, saya mengeluarkan uang Rp 750 ribu untuk polisi karena saya harus membayar sewa mobil. Pun demikian, saya sudah lega karena pelaku pemerkosa anak saya sudah ditangkap," tuturnya mengakhiri.