Kabupatennya Suku — Sorasirulo
← Beranda

Kabupatennya Suku

Oleh: Matius Barus (Jakarta) Sewaktu pertama kali Kabupaten Pakpak Bharat (Sumatera Utara) terbentuk, seorang teman yang kebetulan orang Pakpak langsung mene…

Lalu saya bilang: “Ah, ada-ada saja kau. Orang Pakpak bukan Indonesia rupanya?”

“Yang saya tahu Indonesia sudah lama merdeka. Tapi, kok sekarang bilang kau orang Pakpak sudah merdeka? Mabuk kau ini?” Sambungku

Kemudian teman saya ini pun curhat kepada saya.

“Bang, coba abang ke Sidikalang, bahasa apa yang paling sering abang dengar di sana?” katanya.

Saya pun menjawab: “Batak Toba.”

Lantas, dia memotong ucapan saya.

“Jangan abang bilang Batak Toba. Tapi Batak. Gitu aja,” katanya.

Lalu dia tanya lagi: “Bupatinya orang apa?

Saya jawab lagi: “Batak.”

Dia tanya lagi: “Kalau abang ke loket bus (dia menyebut salah satu merk bus), mandornya orang apa?”

Saya jawab lagi: “Batak.” script async src=“//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”> //

Selanjutnya dia tanya lagi: “Anggota DPRD Dairi dan seluruh staf-staf Kantor Bupati Dairi,kebanyakan orang apa?”

Saya jawab lagi, walaupun saya sebenarnya sudah capek: “Batak.”

Kemudian dia pun tersenyum dan berkata: “Abang sudah tahu jawabannnya mengapa saya bilang orang Pakpak sudah merdeka. Karena abang pasti tahu bahwa Kabupaten Pakpak Bharat sudah terbentuk.”

Karena tidak puas, saya pun berkata: “Bukankah Tanah Dairimilik orang Pakpak?”

Kemudian, teman saya ini menjawab: “Itu dulu, bang. Sekarang tidak lagi. Tapi biarlah, orang Pakpak ikhlas Dairi jadi milik mereka, yang penting Pakpak sudah misah.”

Saya berdoa, mudah-mudahan Karo tidak seperti itu suatu saat nanti. // //