← Beranda Kolom · Sen, 29 Feb · 2 mnt baca
Kolom Darwono Tuan Guru: Bersih-bersih // RESONANSI BERITA HOT[/one_fourth] Badan Narkotika Nasional menangkap seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas dugaan pengedaran narkoba. Berd…
Tersangka yang dimaksud adalah Brigadir Polisi Kepala Amir, seorang intel Kepolisian Daerah Kalimantan Timur yang dicokok tim gabungan BNN dan polisi yang dipimpin Ajun Komisaris Ernanawan (TEMPO.CO) RESONANSI TUAN GURU Innalillahi wainna ilaihi Roji’un [/one_fourth] Indonesia Darurat Narkoba !
Tidak hanya remaja bau kencur, atau masyarakat awam, sampai mereka yang seharusnya bela negara dalam artian lahir batin, sebagai patrion dan bayang karai negara menjadi cecunguk peredaran barang yang membahayakan masa depan bangsa.
Patriot negara, yang harusnya menjaga NKRI selalu jaya justru menikam Ibu pertiwi dengan meracuni anak-anak bangsa dengan cekokan Narkoba. Pengedaran barang haram dari seorang perwira tentu bukan pada lingkungan rakyat jelata. Dipastikan peredarannya pada lingkungan elit negara.
Setelah ditangkapnya salah seorang anggota DPR, beredar bisik-bisik bahwa di kalangan DPR sudah lama disinyalir ada “pemakai”. Bahkan konon, di tempat “dugem” exclusive, orang yang dikenal juru dakwah televisi pun konon “nyabu” bareng para celebriti papan atas, maasya Allah, Laa khaula walaa kuwwat illaa billah !
Oleh karenaanya, ide test rutin bagi anggota DPR, bahkan pejabat negara, Militer daan polisi papan atas, perlu dilakukan. Tidak perlu mengambil waktu khusus, saat mereka melakukan General Check up, saat itu juga ada opsi pemerikasaan Narkoba.
Dengan demikian, maka keterlibatan pejabat negara pada barang haram itu dapat diminimalisir. Sudah barang tentu, penganan hasil positif pemeriksaan itu melalui mekanisme yang ada, yang menegakkan prinsip semua warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum. //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.