Kolom M.u. Ginting: — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting:

Pada mulanya ustaz ini sangat dipojokkan oleh kesatuan antiteror Polri. Sekarang, pandangan terhadap terorisme banyak perubahan, sehingga nama terorisme pun …

Wakil Presiden JK tegas bilang bahwa tak ada kaitan terorisme dengan agama Islam telah membikin sulit bagi pemerakarsa terorisme mengaitkan terorisme dengan Islam, dengan sendirinya juga mengaitkannya dengan ustaz Abu ini. Presiden Jokowi sudah tegaskan juga bahwa tak perlu takut sama terorisme, yang bikin banyak orang di Eropah berkeyakinan sama, dan malah bikin alasan karena selalu ada saja orang yang mau bunuh diri dengan bomnya, ini tak bisa dihindari di dunia ini kata mereka. //

Penegasan Jokowi ini bikin gusar juga kang Obama sehingga mengingatkan pada konferensi terorisme di Washington, bahwa teroris bisa bawa bom nuklir sebesar buah apel saja dan bisa bikin mati ratusan ribu orang, katanya, seakan-akan mengingatkan kang Jokowi bahwa terorisme masih perlu ditakuti, karena bisa pakai bom nuklir . . . Hebat kang Obama. Seorang penulis David Stockman bilang kalau yang sangat menakutkan ialah apa yang dikatakan elit politik, bukan apa yang dibikin teroris.

Perubahan pandangan terhadap terorisme ini dicetuskan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI serta pemimpin dunia Katolik Paus Fransiskus yang dengan tegas menyatakan hubungan erat antara terorisme dengan perdagangan senjata. Paus Fransiskus katakan bahwa orang-orang ini (pedagang senjata) kasih makan keluarganya dengan duit berlumuran darah. Ini sangat merasuk ke hati sanubari publik dunia.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa bahkan mempertanyakan apakah teroris ini benar ada atau dibuat ada agar Densus 88 mendapat anggaran negara. Dia malah bertanya: ”Teroris ini ada atau enggak sih hari ini?" Ini dikatakan oleh Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan (Jakarta) . //