Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah

Fahri Hamzah (FH) bersama Fadli Zon (FZ) sangat getol membela Setnov dalam kasus neolibnya ketika dia belum mundur dari Ketua DPR. FH tidak jauh berhitung so…

Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah

Fahri Hamzah (FH) bersama Fadli Zon (FZ) sangat getol membela Setnov dalam kasus neolibnya ketika dia belum mundur dari Ketua DPR. FH tidak jauh berhitung soal perubahan yang begitu cepat di dalam semua partai yang masuk KMP. Setelah hanya tinggal 2 partai yang ‘utuh’ (PKS dan Gerindra), pastilah aliran arus ini akan menimpa sisanya juga.

FH menghitung semua terlalu statis. Setnov mundur, FH bingung, karena omong gede dan keangkuhan selama ini hanya cocok dan bisa dipertahankan kalau berada di pihak yang menang. Di pihak kalah tak ada tempatnya lagi.

Membela Setnov berarti membela politik atau kepemimpinan neolibnya. Politik ini atau leadership neolib ini semakin payah menempatkan dirinya, karena jaman sudah jadi terbuka. Ketika jaman tertutup seperti era Orba dimana berdominasi ialah ‘rahasia dan rekayasa’, politik dan leadership neolib punya hegemoni mutlak. Jaman terbuka leadership neolib ini belum menemukan ‘bentuk baru’ untuk survive. Tetapi neolib tak akan diam, karena kalau hanya diam tak akan ada perubahan. Ini berlaku bagi semua, neolib juga. Politik pengalihan isu lewat Setnov sudah gagal total, pembelanya seperti FH juga sudah menuju satu kepastian tertentu . . . partainya sudah tak mendukung. Di mana saja berlaku aturan, partai bisa menarik kembali semua wakilnya di lembaga mana saja, karena dia bukan perwakilan per seorangan. Aturan ini mau dilawan pula oleh FH. Memang tak ada jalan lain bagi FH kalau masih mau bertahan. Apa saja harus dilawan untuk bertahan sejauh mungkin. Siapa tahu masih bisa. Menarik juga untuk jadi tontonan sampai dimana dia bisa berhasil melawan arus deras ini. Ha ha namanya saja melawan arus, extern dan intern pula. Tak gampang.