Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah

Ulasan soal Fahri Hamzah (FH) sebagai seorang vokal dan kontraversi akan selalu menarik memang. Bisa-bisa saja dibandingkan dengan Ahok, ada persamaannya dan…

Ulasan soal Fahri Hamzah (FH) sebagai seorang vokal dan kontraversi akan selalu menarik memang. Bisa-bisa saja dibandingkan dengan Ahok, ada persamaannya dan bedanya juga sangat menyolok. Ahok ceplas-ceplos membela yang benar dan melawan atau menyalahkan siapa saja yang merugikan rakyat Jakarta. FH ceplas-ceplos membela yang jelas salah seperti Setnov dalam soal papa minta saham, atau dia keras sekali menyalahkan Jokowi dalam soal ’gaduh menteri’, yang ternyata juga gaduh yang bermanfaat bagi publik karena membongkar kebusukan dalam soal Blok Masela maupun Freeport.

Karena ada keributan-keributan ini, maka publik tambah pandai atau tambah pengetahuannya dalam soal-soal yang suka digelapkan oleh golongan tertentu, golongan yang masih menginginkan kegelapan, yang dalam hal ini ialah golongan neolib/ koruptor di Indonesia. Adanya keributan ini bikin peningkatan pengetahuan bagi publik. Sayangnya, selalu ada korban dalam tiap kali ada peningkatan kesedaran ini. FH sudah jelas jadi korban, terutama dari partainya sendiri. Setnov masih ’selamat’ hanya dipecat dari jabatan Ketua DPR, tetapi di partainya masih ’berkuasa’ terutama karena partainya juga sudah pecah. Ada pihak yang membela Setnov. Berlainan dengan nasib FH, pihak yang kemungkinan membela sudah duluan keluar seperti Anis Matta dan kelompoknya.

Munculnya orang-orang ’ceplas­-ceplos’ ini selalu ada manfaatnya, terlihat belakangan ini. Situasi dunia memang sudah demikian, sehingga tak selalu menang orang-orang ini pada sekarang ini.