” Dalam kesempatan yang sama, ia malah balik mengkritisi PBB. Menyebut organisasi internasional itu tidak cukup baik dalam menangani kelaparan dan terorisme,…
” Dalam kesempatan yang sama, ia malah balik mengkritisi PBB. Menyebut organisasi internasional itu tidak cukup baik dalam menangani kelaparan dan terorisme, serta tidak mampu melakukan apa-apa dalam kasus Irak dan Suriah," demikian Liputan6.com merilis kemarin dulu terkait kritik Presiden Filipina Duterte terhadap PBB .
Duterte bilang PBB si bodoh itu. Ya betul memang bodoh karena PBB tak bisa bikin analisa seperti Chossudovsky atau Paus Fransiskus. Bisanya hanya memaki-maki orang dari negara lain dengan HAMnya.
HAM PBB belum pernah dan tidak akan pernah menghentikan pembunuhan akibat kejahatan terutama kejahatan karena narkoba. Di Indonesia mati 40-50 orang tiap hari dan jutaan orang. Setengah dari jumlah manusia yang sudah tidak bisa membedakan hidup atau mati, memperkosa atau diperkosa, membunuh atau dibunuh. Tak bisa membedakan memperkosa yang hidup atau yang mati. Mana pernah PBB bisa menyelesaikan soal ini.
Yang jelas ialah bahwa soal ’setengah manusia’ ini dan kejahatan yang ditimbulkannya, tak mungkin diselesaikan dengan koar-koar soal HAM. PBB tak bisa bikin apa-apa kecuali koar-koar dan teriak nyaring HAM. Dimana HAM orang-orang mati 40-50 orang tiap hari itu? Mengapa PBB tak pernah teriak?