← Beranda Ekonomi · Kolom · Jum, 23 Des · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Pekerja "Namanya sudah dibuka pasti dievaluasi; mana yang membahayakan mana yang produktif, mana yang harus ditutup atau mana yang harus diberikan yang baru bebas vi…
Lain dari yang lain, pekerja China atau orang China pada umumnya tidak mengenal istilah 'malas'. Istilah itu tidak ada dalam susunan sistem berpikir orang China.
Di Eropah, dimana pekerja berhak ada liburan tiap tahun (4-5 minggu), di kalangan orang China terutama yang punya usaha sendiri, tidak ada kamus 'liburan tahunan' seperti itu. Bukan hanya itu, orang Eropah malah lebih heran lagi, orang China bekerja 24 jam sehari terutama di perusahaan masing-masing.
Mengapa heran? Mestinya bisa dimengerti, karena bagi orang China, hidup sama dengan bekerja. Kalau hidup 24 jam ya itu sama dengan bekerja, kayaknya memang hidup ialah bekerja. Paling lucu lagi ialah bahwa mereka tidak pernah berpikir atau terpikir ke situ! Karena sudah memang begitu di alam bawah sadar mereka.
Mengapa orang China tidak mengenal istilah malas? Mengapa orang Indonesi mengenal istilah malas?
Ha ha . . . ceritanya bisa panjang, apalagi kalau mengikutkan etos kerja muslim atau etos kerja orang asli Indonesia umumnya sebelum kedatangan agama import Islam dan Kristen.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.