Kolom Sada Arih Sinulingga: Tarombo Batak Bagai Bisnis — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Sada Arih Sinulingga: Tarombo Batak Bagai Bisnis

Mungkin banyak diantara kita pernah menggeluti atau ikut bisnis multilevel (MLM). Coba perhatikan bagan-bagan Tarombo Batak, sepertinya sangat mirip cara ker…

Tapi kenyataannya, Siraja Batak adalah Orang Toba. Maka yang makin besar adalah salah satu diantaranya, yaitu Batak Toba. Ketika dengan yang lain disebutnya sama-sama sub Batak, tapi di kalangan internal mereka menyebut diri sebagai Suku bahkan sebagai Bangso Batak. Lalu kita ini, sub-sub lainnya dijadikan koloni karena Batak Toba sesungguhnya pemilik saham terbesar (mendominasi secara mutlak) dalam pohon Tarombo Batak. Karena Siraja Batak itu adalah berasal dari Toba sehingga apa pun yang diperbuat si Karo, si Pakpak, si Simalungun dan si Mandaling masuk ke Batak hasilnya. Sedangkan prestasi orang Batak yang menonjol, suku Karo tidak mendapat dapat apa-apa karena orang-orng di luar sana kenal suku Karo, yang dikenal cuma Suku Batak. Sekali lagi, Siraja Batak itu berasal dari Toba sehingga Batak adalah Toba karena Toba dan Batak objeknya satu.

Sebagai contoh, ketika ada prestasi seseorang Karo seperti Tanta J Ginting, Antoni Ginting sang pebulu tangkis dari Indonesia. Jika disebut sebagai putra Batak maka Suku Karo tidak akan mendapat apapun. Yang harum adalah Batak. Itulah kelebihan Batak melalui Tarombo Siraja Batak yang dibuat bagannya sama persis kayak Multilevel Marketing (MLM). Dalam bisnis Multilevel, selalu digembor-gemborkan siapa yang rajin menjual produk atau mencari anggota maka ia akan menjadi besar .

Menurutku, itu hanya akal-akalan saja karena sesungguhnya yang menjadi besar adalah tetap siapa yang duluan atau siapa pemiliknya. Untuk itu, Suku Karo harus bisa keluar dari bayang-bayang Suku Batak ini. Kalau bisa berdiri sendiri mengapa harus menjadi sub suku lain yang sudah jelas merugikan kelompok Karo?

Seharusnya Suku Karo sejajar dengan suku-suku lainnya berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menyatakan Karo Bukan Batak. // //