Kolom Telah Purba: Batas — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Telah Purba: Batas

Penulis saat menghadiri Sidang Ke Dua Kasus Penistaan Agama hari ini[/caption] Sidang pembaca yang dimuliakan Allah, hari ini saya mendapat satu firasat soal…

Analisa berikutnya adalah "ketidakpercayaan antara donatur kepada biang demo" yang hasilnya cuma Nol Besar, sebesar planet bumi dan hanya melahirkan "uang keluar" yang sangat banyak. Mungkin otak dari aksi demo itu sudah gerah dan jera melihat kepiawaian Presiden Jokowi dalam mengantisipasi ledakan aksi demo kemarin dan dengan sekali kedatangan ke tempat aksi dan hanya hitungan menit.... selesai sudah semuanya aksi tak bermutu itu. Suasana di dalam ruang Sidang Ke Dua Kasus Penistaan Agama hari ini. Foto: Detik.com .[/caption] Aksi serentak kepolisian membawa beberapa "tokoh" ke Markas Brimob kemarinpun nampaknya cukup tegas dan merupakan "warning" kepada siapa saja agar jangan bermain-main dalam masalah sensitif. Kini sudah kelihatan kejenuhan di tengah masyarakat luas soal penistaan agama itu. Bahkan orang yang tadinya ikut demo itu pun kini mulai ada yang menyesal. Ini terutama karena berkembangnya berbagai issu soal demo tadi yang konon diantara mereka ada yang merasa dibohongi. Apalagi ketika tersiar berita adanya orang-orang politik yang bertekad menyingkirkan Ahok dan menyebutkan Ahok adalah musuh Islam. Padahal, mereka melihat tindakan Ahok selama menjadi Gubernur DKI adalah sesuai dengan perintah agama Islam itu sendiri misalnya penutupan tempat maksiat Kalijodoh.

Penutupan Cafe dan klub malam yang menyajikan miras, dan lain-lain. Tentu saja cukup panjang jika diuraikan satu per satu di sini. Ditambah lagi munculnya mobil Pajero baru tokoh demo yang orangnya itu-itu saja... wak kak kak

Yang terakhir tentu saja hampir seluruh masyarakat di Indonesia ini sudah bosan dan jenuh mendengar berita penistaan agama ini. Sebenarnya kasus ini mencuat akibat ulah iseng, namun disengaja oleh Buni Yani itu dan pada akhirnya ini bukan jadi berita hangat lagi namun jadi berita basi dan tak bernilai.

Kini episodenya sudah berganti, sejak Ahok mengeluarkan air mata tulus penuh penyesalan di sidang perdana itu kemarin. Pertanyaan yang menggelitik di hati kita tentunya adalah, jika strategi Penistaan Agama ini gagal total dalam menyingkirkan Ahok sebagai pemenang di Pilgub DKI ini, strategi apalagikah yang akan dimainkan berikutnya?

Tenang saja, bung Ahok. Mungkin besok-besok ada yang kirim santet, guna-guna, jin iprit, hantu blau, kuntilanak, magic entah apapun itu. Cukup satu jawaban untuk itu semua, yakni TUHAN TAK PERNAH TIDUR. Maka tak kan pernah Lebaran Kuda terjadi !!!! Nyaho sia !!! Ngerti ora son??? I boto ho do??? Me siangkan nge kita??? Mangarati indak???

Selamat siang....