← Beranda Nasional · Jum, 4 Nov · 3 mnt baca
Memutus Cinta, Emiya Br Sembiring Diancam Bunuh Oleh IMANUEL SITEPU. DELITUA. Kelakuan buruk Agus Setiawan (29) yang suka bertindak kasar, membuat Emiya beru Sembiring (23), warga Simpang Melati, Kelurahan Tanj…
Informasi diperoleh Sora Sirulo di Polsek Delitua saat korban membuat laporan menyebutkan, ancaman yang dialami Emiya terjadi sehari sebelumnya . Sebelum kejadian , Emiya menelpon lelaki yang dikenalnya 5 bulan lalu itu untuk memintanya datang ke kediaman korban di Simpang Melati karena ada satu hal yang ingin dibicarakan.
Mendapat permintaan dari pujaan hatinya, pelaku langsung datang ke rumah Emiya. Setibanya di sana, Emiya langsung menyambutnya hangat. Emiya pun mengajak Agus duduk di kursi yang berada di teras rumah milik korban. Singkatnya, setelah disuguhi minuman, Emiya pun menceritakan niatnya kalau ia dan korban sebaiknya putus saja. Emiya pun beralasan karena ia dan keluarganya tidak suka melihat sifat pelaku yang suka emosian.
Ternyata, ucapan Emiya membuat amarah Agus memuncak. Agus tidak terima diputuskan oleh korban. Dia bersikukuh malam itu juga membawa korban kawin lari jika orangtua Emiya tidak merestui hubungan mereka. Jelas saja Emiya menolak permintaan pelaku. Lantaran permintaannya ditolak, Agus kemudian berdiri lalu mengangkat kursi terbuat dari besi yang semula didudukinya dan membantingnya di hadapan Emiya. Akibatnya, kursi yang terbuat dari besi tersebut patah menjadi 5 bagian. Benar saja, Emiya menjadi ketakutan setengah mati. Korban kemudian lari ke dalam rumah. Agus ternyata mengikuti dari belakang. Setibanya di ruang tamu, Agus mengambil sebilah sangkur dari balik pinggangnya. Begitu pisau tersebut berada di genggamannya, pisau lalu diarahkan ke leher korban sembari mengancam akan membunuh Emiya jika permintaan Agus tidak dituruti. Bukan hanya sampai di situ, sebelum pergi meninggalkan korban, Agus juga akan berbuat nekad membakar rumah korban jika nantinya Emiya tidak mau menikah dengannya.
"Siapa yang tidak takut, kursi yang ada di teras rumahku yang terbuat dari besi saja dibanting hingga patah beberapa bagian. Aku makin ketakutan karena diancam mau dibunuh pakai pisau sangkur. Karena dia emosian maka aku gak suka lihat dia. Memang kebetulan saat itu aku lagi sendiri di rumah. Orangtuaku sedang pergi kebaktian," kata Emiya saat membuat laporan di Polsek Delitua.
Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH membenarkan adanya laporan korban dan akan menindaklanjutinya.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.