Mimpi Di Senja — Sorasirulo
← Beranda

Mimpi Di Senja

Oleh: Jebta B. Sitepu (Medan) Berawal dari kegemaranku mengelilingi Taneh Karo. Akupun menyisihkan beberapa bulan gajiku untul traveler ke Dataran Tinggi Kar…

Hari ke tiga, aku berangkat ke Air Terjun Sikulikap yang terdapat di Desa Bandarbaru atau tepatnya sebelum Penatapen Doulu, sambil memakan jagung bakar yang dijual di sepanjang jalan.

Setelah dari air terjun, aku berangkat ke Gunung Sibayak. Jalur pendakiannya cukup banyak. Bisa dari Jalur 54 atau pun dari air panas Desa Doulu dan dari bawah kaki Bukit Gundaling. Namun, karena membawa kendaraan aku mengambil jalur dari Desa Doulu. Di sini, biayanya tidak terlalu mahal hanya Rp. 150 ribu sudah termasuk parkir dan tenda serta perlengkapan memasak.

Hari ke 4, setelah turun dari Sibayak aku merefleksikan diri di pemandian air panas dengan biaya Rp. 10 ribu/ orang. Dari air panas aku berangkat ke Bukit Gundaling yang terletak di Berastagi. Biayanya pun murah hanya Rp. 10 ribu/ orang. Gunung Sinabung[/caption] Dari Gundaling aku menuju Kecamatan Simpang Empat untuk bersantai di penatapan Gunung Sinabung atau yang lebih dikenal dengan nama OJOLALI. Dari sana saya bergerak ke Kuta Lingga untuk melihat rumah adat dan berkunjung ke Museum Lingga. Setelah itu, saya bergerak mencari penginapan dan akhirnya saya menginap di Kabanjahe. Hari ke lima, saya bergerak ke Desa Singa, Puncak 2000 dan mampir sebentar ke relokasi pengungsi korban erupsi Sinabung yang bernama Siosar. Dari Siosar, saya ke Gunung Sipiso-piso dan menginap di sana.

Hari ke enam, saya mencoba ke Danau Lau Kawar. Dan, karena tidak hati-hati, saya terjatuh dari sepeda motor. Aaduhh... ahhhh .... hanya mimpi di senja hari. // //