Negeri Gugung: Kampung Tradisional Karo Di — Sorasirulo
← Beranda

Negeri Gugung: Kampung Tradisional Karo Di

Laporan VIVI ENDARIA TARIGAN dari Sibolangit Pagi itu, Tim KTC (Karo Trekker Community) kembali berkunjung ke Desa Negeri Gugung (Kecamatan Sibolangit, Delis…

Negeri Gugung: Kampung Tradisional Karo Di

"Harus berjalan kurang lebih 2 jam supaya sampai di sekolah, kak. Kami sudah biasa berjalan. Walaupun kadang iri juga melihat teman-teman yang diantar pakai kendaraan pribadi. Kami sekolah harus ke Bukum," begitulah kata sang adik beru Sembiring saat kami bertanya dimana dia bersekolah dan bagaimana caranya sampai di sekolah. Negeri Gugung memang masih butuh banyak hal. Salah satunya adalah transportasi umum yang berguna untuk warga setempat. Ketiadaan transportasi umum membuat warga susah untuk beraktivitas di luar desa. Ketiadaan transportasi juga menjadi kendala anak-anak desa yang berkeinginan sekolah menjadi malas. Dikarenakan terlalu lama berjalan kaki.

Inilah salah satu penyebab terjadinya putus sekolah. Mereka lebih asyik ke ladang membantu orangtua daripada harus jauh-jauh ke sekolah menuntut ilmu.

Desa ini jauh dari keramaian kota. Mereka belum memiliki fasilitas listrik yang memadai.

"Listrik kami hanya hidup 8 jam, di malam hari. Hari Minggu bisa hidup sampai 10 jam," kata Kepala Desa Negeri Gugung.

Mereka masih menggunakan pembangkit listrik rakitan dan memakai bahan bakar untuk menghidupkannya.

Kunjungan kami sangat berarti buat mereka, apalagi ditambah dengan pengadaan perpustakaan kecil. Kami berharap mereka semua bisa membaca untuk menambah pengetahuan. "Tak tahu harus berapa lama aku menunggu. Kulihat kupandangi keluar saat itu juga aku resah dan penuh tanya dalam hatiku. Bagaikan menunggu angin yang tak terlihat dan tak tau kemana arah datang dan pergi nya. Lihatlah aku membutuhkanmu. Aku menunggumu tapi tak kunjung datang. Aku anak desa, aku anak Indonesia," demikian kira-kira renungku terhadap wajah anak-anak yang memandang ke halaman kampung dari balik jendela rumah mereka.

Curahan hati kecil sang anak desa. Gerakkan hati untuk membangun Indonesia cerdas, sekalipun itu masih dalam ruang lingkup kecil.