Pengungsi Ndai Kang Sisalah, — Sorasirulo
← Beranda

Pengungsi Ndai Kang Sisalah,

JHON ROCKY. KABANJAHE. Pasca terjadinya aksi buka baju yang dilakukan ibu-ibu pengungsi di sela-sela rapat perwakilan pengungsi dengan pihak BPBD Karo di rua…

JHON ROCKY. KABANJAHE. Pasca terjadinya aksi buka baju yang dilakukan ibu-ibu pengungsi di sela-sela rapat perwakilan pengungsi dengan pihak BPBD Karo di ruang rapat Kantor Bupati kemarin dulu menuai banyak tanggapan di masyarakat. Aksi pengungsi ini bahkan menjadi trend topic di media sosial.

Berbagai tanggapan para Nitizen bahkan menambah derita para pengungsi karena mencemooh bahkan menghujat aksi para pengungsi. Mereka beranggapan aksi ibu-ibu pengungsi ini merendahkan martabat kaum perempuan Karo yang terkenal akan sopan santunnya. Ada juga hujatan yang mengatakan aksi tersebut tidak beretika karena dilakukan pada waktu rapat di internal Pemkab Karo. 2 ibu-ibu pengungsi (lihat kiri dan kanan) telah membua baju dan mengancam telanjang.[/caption] Seorang pengamat sosial di Kabanjahe, Perikuten Ginting SSos, ketika diwawancarai Sora Sirulo mengatakan aksi pengungsi tersebut merupakan suatu tindakan klimaks karena keputusasaan mereka terhadap kebijakan pihak Pemkab Karo. Mereka menilai Pemkab Karo sama sekali tidak ada prihatin terhadap nasib mereka.

"Menurut informasi yang saya dengar, pihak BPBD selalu memberikan janji tentang pencairan dana Relokasi Mandiri. Kalau kita melihat rentang waktu sejak ditandatangani Bupati Karo Juknis tentang penanganan pengungsi 4 desa, proses pencairan dana stimulan tersebut dinilai sangat lamban dan penuh dengan kepentingan yang sama sekali bukan kepentingan pengungsi. Hal inilah yang menjadi klimaks kesabaran pengungsi memuncak dan melakukan aksi buka baju di pertemuan tersebut," urainya. //