Perempuan Lemah Mental Diperkosa Belasan Pria Selama 5 — Sorasirulo
← Beranda

Perempuan Lemah Mental Diperkosa Belasan Pria Selama 5

IMANUEL SITEPU. MEDAN. ZS (19) gadis belia asal Kota Sibolga benar benar jera tinggal di Medan. Baru 2 bulan menginjakan kaki di kota yang dilingkari oleh ka…

Kakak ZS yang pulang kerumah usai kerja , tidak mendapati ZS di dalam rumah. Jelas saja kakak korban menjadi khawatir. Apalagi, ZS adalah gadis kurang nalar dan tidak begitu kenal Kota Medan. Hari itu juga, ZS langsung dicari. Keberadaan ZS juga dipertanyakan hingga ke kampung halamannya Sibolga, karena kakak ZS berfirasat, kalau ZS secara diam-diam pulang ke Sibolga. Ironisnya, meski telah dibantu beberapa pihak keluarga, ZS tidak kunjung ditemukan.

Awalnya, keluarga ZS sempat putus asa melakukan pencarian. Namun 3 hari lalu , salah seorang tetangga korban melihat ZS berdiri di pinggir jalan lalu membawanya pulang ke rumah kakaknya. Setibanya di rumah, ZS langsung diinterogasi. Dengan polos, korban pun menceritakan kejadian yang dialaminya.

Menurut ZS, hampir seminggu sebelumnya , dia dibawa seorang perbetor ke warung tuak. Malam harinya, dia dibawa ke hotel di daerah Simpang Selayang. Di dalam kamar hotel itu, ZS mengatakan digilir 3 laki-laki. // Setelah itu, esoknya , ZS kembali dibawa pelaku ke kede tuak dimana korban dibawa pertama kalinya. Di sana ZS ditinggali usai diberi pakaian. Lantas pada malam harinya, dia dibawa oleh 2 laki-laki lain yang juga penarik beca motor dan lalu memperkosanya.

Sehari berikutnya , sesuai dengan pengakuannya, ZS lagi-lagi digiliri 2 orang perbotot.

Penderitaan ZS tidak berhenti sampai di situ. Hari berikutnya , dia kembali dibawa 4 laki-laki ke kamar kos-kosan. Di dalam kamar, ZS kembali jadi pelampiasan nafsu seks keempat laki-laki itu. Sehari kemudian lagi , ZS diperkosa oleh 2 laki-lki, lalu ditinggalkan di pinggir jalan hingga akhirnya ditemukan.

"Dia pergi dari rumah Minggu kemarin. Katanya ia jadi korban pemerkosaan puluhan laki-laki selama pergi dari rumah," kata salah satu keluarga ZS saat ditemui di Polsek Delitua ketika hendak membuat laporan.

Begitu menerima penjelasan dari korban dan pihak keluarga, salah seorang petugas kepolisian menyarankan agar korban terlebih dulu menunjukan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dimana korban digilir oleh para pelaku. Mengingat, lokasi kejadian berbatasan dengan wilayah hukum Polsek Sunggal. //