Salahku Kah, Murka Alam Kah Atau Salah — Sorasirulo
← Beranda

Salahku Kah, Murka Alam Kah Atau Salah

Oleh: Syabila Ginting Azzahra Bertahun - tahun sudah Gunung Sinabung tak kunjung henti memuntahkan isi perutnya. Guguran lava pijar dan awan panas silih berg…

Salahku Kah, Murka Alam Kah Atau Salah

Berharap warga yang masih berada di zona terdampak erupsi menyadari ancaman-ancaman yang setiap saat bisa merenggut nyawa mereka. Adanya kembali korban nyawa dan kerugian lain bisa diakibatkan ketidakwaspadaan manusia itu sendiri. Jika mereka tidak lagi berada dalam Zona Bahaya (Zona Merah), kemungkinan besar tak ada korban lagi. dan , memang benar ada pihak atau lembaga yang wajib dilibatkan kembali untuk bertanggungjawab atas bencana ini.

Mengapa masih ada warga yang mendiami Zona Bahaya? Apakah pihak yang dipercayakan menangani hal tersebut lalai dari tugasnya?

Ini bukti dari belum sempurnanya solusi dan penanganan terhadap Sinabung dan penduduk sekitar. Belum lagi pembiaran para penduduk atau pengungsi hidup tanpa perubahan. //

Apakah hanya syarat nuansa pencitraan saja ?

Yang pasti, isi perut bumi tetap bergejolak setiap saat. Alam tak bisa diatur. Alam tak peduli dengan siapapun yang jadi korban, siapa yang membantu meringankan beban korban. Kita wajib peduli pada diri sendiri, bertanggungjawab kepada diri sendiri untuk bijaksana menyikapi tanda-tanda alam.

Dari setiap erupsi, ada catatan waktu, bencana yang ditimbulkan serta skalanya. Belajar dari data, korban bisa diminimalisir bahkan mungkin tidak ada lagi. Tak lagi hanya menyalahkan pemerintah, apalagi alam.

Desak yang perlu didesak, untuk segera mengakhiri korban nyawa serta mempersiapkan anak-anak Taneh Karo yang lahir di pengungsian dan Zona Bahaya agar mereka bisa menikmati nyamannya hidup layak di tempat yang aman. // //