Sungai Belawan Nan [masih]
Sebuah tempat penyeberangan Sungai Belawan di tahun 1875. Tampak sebuah kereta kuda bersama seekor kuda hendak menyeberang dengan sebuah rakit.[/caption] SAD…
Mulai dari Kecamatan Kutalimbaru (Sikabung-kabung, Gunung Merlawan, Namotumpa, Nagaraya, Kutabatu, Lancip, Liang Gagang/ Pasar Sepuluh, Kutalimbaru, Kampung Merdeka, dan Namo Bintang). Sungai Belawsn di bagian Hulu dipakai untuk post card di masa kolonial. Kecuraman sungai dan batu-batuan gunung masih sangat kentara dengan hutan primer di kiri kanannya sehingga post card ini dinamai SOENGAI BELAWAN - VIRGIN JUNGLE.[/caption] Selanjutnya, Sungai Belawan atau biasa disebut juga Lau Belawan oleh orang-orang Karo mengalir melintasi kampung-kampung tradisional Karo lainnya di Kecamatan Pancurbatu (Namo Pecawir, Penungkiren/ Pulo Sari, Durin Jangak) dan Kecamatan Medan Tuntungan (Tanjung Selamat, Sunggal) dan seterusnya bermuara ke Pantai Timur Sumatra dekat Pelabuhan Belawan. Nama Sungai Belawan dan Pelabuhan Belawan berasal dari bahasa Karo yang artinya sumpah. Erbelawan berarti bersumpah. Ini mempertegas daerah ini yang mencakup Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang adalah wilayah tradisional Suku Karo sejak pre kolonial.