← Beranda Nasional · Jum, 17 Nov · 3 mnt baca
Balitbang Teliti Rendahnya Partisipasi Pemilih Pada MAJA BARUS. MEDAN. Rendahnya tingkat partisipasi pemiih pada pelaksanaan Pemilukada serentak di Kota Medan beberapa waktu lalu menjadi perhatian Pemko Medan …
Di hadapan para peserta rapat, Wali kota Medan (Drs H T Dzumi Eldin S MSi) diwakili Kepala Balitbang Kota Medan (Marasutan Siregar) mengatakan, partisipasi pemilih pada Pemilukada serentak lalu di Kota Medan hanya sekitar 26%. Dari 1,9 juta pemilih, sekitar 1,4 juta tidak memberikan hak suaranya.
Dengan hasil itu, bilang Marasutan, Kota Medan menjadi daerah yang persentase partisipasi pemilihnya paling rendah di Indonesia. Kondisi itu membuat Kota Medan bisa dikatakan sebagai daerah pemenang Golput.
“Guna menyikapi hal itu, kita melaksanakan penelitian untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat tersebut,” kata Marasutan.
Salah satu penyebab rendahnya partisipasi masyarakat, jelas Marasutan, akibat kejenuhan pemilih. Sebelum Pemilukada 2015, masyarakat telah mengikuti pemilihan legislatif dan presiden. Kondisi ini menyebabkan adanya kejenuhan dari pemilih karena dekatnya waktu Pemilu berlangsung.
Di samping itu, terang Marasutan, rendahnya kedekatan kandidat dengan pemilih. Kemudian bagi pemilih pemula, Pemilu itu menyulitkan yang ditengarai akibat kurangnya sosialisasi tentang Pemilu. Serta masih banyak domisili penduduk yang secara administrasi masih warga Kota Medan akan tetapi sudah tidak berdomisili lagi di Kota Medan.
“Selain itu, terkait dengan penduduk yang sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemiih seperti meninggal dunia maupun menjadi anggota TNI/ Polri akan tetapi masih terdaftar asebagai pemilih,” ungkapnya.
Sementara itu Kabid Pemerintahan Pengkajian Peraturan Inovasi dan Teknologi, Halim dalam laporannya memaparkan, survey data lapangan telah dilakukan Balitbang dan dibagi dalam 5 tahap pada 18 Juli s/d 21 Agustus 2017 di 10 kecamatan terpilih yang meiputi 56 kelurahan denganmenggunakan sampel 7600 responden.
Halim menjelaskan, tujuan pengumpulan data ini dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap derajat cakupan, akurasi dan kemuktahiran data pemilih di Kota Medan. Kemudian, melakukan pemetaan pemilih khususnya menyangkut faktor yang mempengaruhi pemilih tidak hadi ke tempat pemungutan suara (TPS).
“Manfaat dari pra survey ini kita lakukan untuk menjadi bahan masukan bagi KPU Kota Medan dan Balaitbang Kota Medan dalam pemutakhiran data berkelanjutan. Serta menajdi bahan masukan bagi KPU Kota Medan dan Pemko Medan dalam perbaikan data pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2019,” jelas Halim.
Selanjutnya Halim mengatakan, pra survey ini kemudian disempurnakan menjadi sebuah kajian agar jelas diketahui mengapa tingkat partisipasi masyarakat Kota Medan rendah pada pemilukada beberapa waktu lalu. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.