← Beranda Kolom · Min, 9 Jul · 1 mnt baca
Kolom Andi Safiah: Bila Negara Mengurus Negara yang sehat tidak mengurusi soal keyakinan rakyatnya, rakyatnya mau atheist, theist, deist, agnostic, moron, stupid, retarded bukan menjadi wilayah ker…
Soal perdebatan antara keyakinan A dan B itu wajar dalam dinamika peradaban manusia, asalkan dilakukan dalam arena terbuka dengan aturan yang FAIR. Ini penting untuk mendidik kesadaran kita agar semakin luas menyikapi sebuah perbedaan.
Untuk menjadi masyarakat yang rasional memang perlu banyak latihan berbeda. Jika tidak siap berbeda maka jangan hidup dalam era "multikultur, multiethnic, multiras, multitalent, multifaith, multiperspektive, hingga multiverse". Anda mungkin lebih cocok hidup dalam era "monoculture, monofaith, monotalent, monoras, hingga monoverse".
# Itusaja ! Foto header: ITA APULINA TARIGAN (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.