Pemahaman teologis (ketuhanan), serasional apapun, tetap saja hanya dapat ditangkap kebenarannya oleh mereka yang meyakini. Orang yang berbeda keyakinan, bis…
Kata teman saya Awan Kurniawan , Tuhan itu berbeda dengan istrinya Arifin Ilham. Istrinya Arifin bisa satu, dua atau tiga. Makna ketuhanan dalam Kristen, Hindu, Budha, Katolik, atau Kong Hu Cu berbeda dengan cara Eggy menghitung.
"Mas, kenapa sih orang sering ribut soal perbedaan pada agama?" tanya Bambang Kusnadi. Saya diam saja. Tapi dia melanjutkan gugatannya. "Padahal kan, kita bisa fokus ke persamaan-persamaan setiap agama. Jadinya gak berantem."
Saya kaget dengan pernyataan bakul bubur ini. "Misalnya, Mbang?"
"Ya, kita jangan korupsi. Jangan maling. Jangan menyakiti. Hidup sederhana. Jujur. Kerja keras. Berbuat baik dengan orang. Semua agama ngajarin itu, kan? Ngapain juga kita ngomong yang ini paling islami, yang ini sesuai syariat. Yang ini kristiani, yang ini sesuai dengan ajaran sang Budha. Kalau semuanya masih hobby nyolong. Kalau masih nyakitin orang. Percuma kan, mas?"
Saya melongo. Pikiran bakul bubur ini ternyata jauh lebih hebat dari seorang pengacara. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });