← Beranda Budaya & Adat · Jum, 24 Mar · 2 mnt baca
Kolom Ganggas Yusmoro: Agama Atau Budaya Lebih Membentuk Karakter Konon, agama "diturunkan" untuk memperbaiki akhlak manusia, meluruskan budi pekerti yang saat itu dirasakan sudah mulai "bengkok". Yang merasakan bengkok sia…
Mengapa negara-negara di Jazirah Arab yang berlandaskan dan bahkan memakai Hukum Agama malah selalu rusuh? Selalu ada pembunuhan-pembunuhan serta pembantaian-pembantaian manusia, juga dengan dalih agama? Lalu, jika agama adalah Hak Paten dari Dzat yang maha benar, di mana kebenaran itu? Mengapa faktanya bangsa-bangsa itu ingin lari dari negaranya sendiri yang berdasarkan agama?
Mari sekarang kita tengok negara yang mengedepankan Eksitensi Budaya sebagai Landasan bernegara, seperti Jepang yang tetap kokoh dan berpijak dalam Budaya Lokal. Budaya yang konon kata orang beragama adalah Hasil Imajinasi manusia. Sekali lagi HANYA HASIL IMAJINASI MANUSIA,,
Lalu, ada Tiongkok, dan Asia Tengah yang juga menitikberatkan berkehidupan budaya. Mengapa justru tidak pernah terjadi perang antar golongan? Jika agama adalah ciptaan dari Dzat yang maha benar, mengapa harus konflik dan konflik mencari pembenaran keyakinan itu?
Rasanya, kedamaian adalah idaman dari semua manusia di muka bumi ini. Sejatinya, jika berbudaya lebih membuat manusia tenteram dan damai, mengapa harus repot-repot dipersoalkan? Juga sebaliknya, jika beragama lebih membuat manusia damai, lebih berakhlak, lebih berperikemanusiaan, tentu rasanya juga cita-cita semua manusia di kolong langit ini.
Tapi faktanya? Mengapa ada teroris dan ISIS?
Foto header: Penampilan musik dan tari Suku Karo di Hotel Tiara, Medan. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.