Kolom M.u. Ginting: Bekukan — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Bekukan

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh anggota Pansus dari Fraksi PDI Perjuangan untuk lebih mengedepankan berbagai gagasan positif…

Kolom M.u. Ginting: Bekukan

Kalau pendapat anggota Panitia Angket ini menang dan dominan di partai, maka PDIP sudah berubah warna dan bukan lagi PDIP yang nasionalis pendukung kemajuan RI, tetapi sudah jadi partai pendukung korupsi dengan membekukan KPK. Tetapi, untuk sampai ke sana, kelihatannya masih sangat jauh. Kekuatan maju dan jujur untuk kepentingan nasionalis Indonesia masih sangat besar di PDIP. Walaupun juga harus diakui bahwa 'angin mamiri' pendukung korupsi lama seperti menanam sedalam mungkin perkara keterlibatan Ketum Mega dalam BLBI.

Inilah yang masih selalu menjadi 'benang merah berduri' di intern PDIP sebagai sumber pertahanan kegelapan.

Kalau diteliti secara lebih mendalam, 'keterlibatan Mega' dalam penghilangan triliunan rupiah BLBI sebenarnya bisa ditinjau dari segi lain, selain dari sudut pribadi Mega semata-mata. Mega sebagai Presiden RI 2001-2004, masa permulaan Reformasi, pengaruh kekuasaan Orba masih sangat kuat dan mendalam dalam perpolitikan Indonesia. Sebagai presiden, Mega sangat lemah dan masih terombang-ambing dan gampang dikotak-katikkan oleh kekuatan besar sekelilingnya, terutama kekuatan duit internasional (neolib) dengan semua perwakilannya di semua badan birokrasi pemerintahan RI, khususnya di perbankan.

Apakah presiden Mega punya kekuatan untuk menolak kelunasan bailout BLBI? Apakah Mega punya kekuatan untuk menahan kekuatan untuk menyelamatkan pengemplang utang BLBI?

Sekiranya PDIP mengambil jalan keterbukaan dan keterus-terangan dalam pengemplangan BLBI, dan siap membongkar semua persoalan di atas meja, pastilah akan terlihat siapa sebenarnya yang 'membutuhkan' triliunan duit BLBI itu.

Ayo mari tuntut supaya semua soal diatas meja. Zamannya memang sudah terbuka menyelesaikan soal apa saja. Kita tidak akan kembali lagi ke era kegelapan yang hanya menguntungkan gerombolan duit neolib internasional.