← Beranda Berita terkini · Hukum · Kolom · Jum, 14 Apr · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Narkoba Dan Kearifan Komjen Buwas memuji sistem pemberantasan narkoba Duterte di Filipina dan meminta presiden Jokowi untuk lebih tegas dalam menghadapi pengedar narkoba. Tetapi,…
Narkoba ada 80 macam di dunia, kata Buwas, dan di Indonesia ada 60 ragamnya. Bertambah pula tiap hari mcm ragamnya. Pabrik narkoba juga bisa di mana-mana. Memang sudah luar biasa, dan baru satu negara yang berhasil yaitu Filipina Duterte.
Apakah cara lain bisa berhasil di Indonesia?
Masih ada harapan, memang, dengan mengaktifkan penduduk lokal (yang pada pokoknya paling tahu seluk beluk tempat tinggalnya) dan semua aktif melapor ke badan tempat melapor dikenal dengan nama IPWL (Institut Penerima Wajib Lapor). Tetapi, ini tidak laku. Orang sungkan melaporkan diri atau melaporkan orang lain. Yang paling masih memungkinkan ialah orang-orang setempat sendiri yang bikin inisiatif sehingga bisa berjalan.
Ini terutama pasti masih bisa di desa-desa kultural homogen, seperti di perkampungan Karo atau perkampungan Batak atau perkampungan Sunda di Jabar. Di Karo sudah ada contohnya. Tetap harus diserahkan dan dipercayakan kepada orang kampung itu sendiri, artinya dengan KEARIFAN LOKAL secara kultural, dengan dorongan dan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Ini masih mungkin, di samping ketegasan pusat basmi mati semua pengedar. Keduanya dikombinasikan, pasti efektif. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.