Kolom Sada Arih Sinulingga: Anis Baswedan, — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Sada Arih Sinulingga: Anis Baswedan,

Anis Baswedan dikenal sebelumnya sebagai seorang dosen. Namanya mulai dikenal publik saat ia menjadi moderator debat publik Pilpres yang menghantarkan SBY me…

Pada saat ikut konvensi Partai Demokrat, Anis menghujat dan mempertanyakan hasil konvesi yang tidak juga diumumkan siapa pemenangnya. Ketika Partai Demokrat tidak menetapkannya sebagai Capres dan akhirnya ia lompat pagar mendukung Jokowi sebagai juru bicara dalam tim pemenangan Jokowi-Jk, pada saat itu dia habis-habisan menghujat Prabowo Subianto yang merupakan rival tunggal Jokowi-JK.

Sekarang ia mendukung Prabowo menjadi Capres 2019 karena ia telah ditetapkan Prabowo menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta selepas diberhentikan Presiden Jokowi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Juli 2016 yang lalu.

Jika dahulu Anis mencanangkan Merajut Tenunan Bangsa, sekarang ia koyak-koyak tenunan kebangsaan demi ambisi berkuasa. Anis kini bahkan telah bersekutu dengan mereka orang-orang yang suka teriak-teriak bunuh, bunuh, kafir-kafir, seakan-akan yang berhak membangun negeri ini hanya dari golongannya saja. Nilai-nilai kebhinnekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, yang telah lama dirajut bersama ini, kini terkoyak-koyak karena ambisi mendapatkan kekuasaan .

Beberapa waktu lalu, pada debat publik, masih segar dalam ingatan jika Anis berjanji akan membangun rumah untuk rakyat DKI tanpa uang muka. Namun sekarang, dia malah menyangkalnya.

Ah … Sudahlah … Memang pantas Presiden Jokowi telah mencium gelagatnya Anis yang telah memberikan waktu hampir 2 tahun jadi Mendikbud dan kemudian memberhentikannya, karena menurut Pak Djarot, lamban dalam bekerja, tidak melakukan eksekusi dalam melaksanakan program Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Jokowi - Jusuf Kalla .

Anis Baswedan adalah seorang akademisi yang penuh ambisi untuk berkuasa. Untuk sebuah ambisi kekuasaan, dia menjadi lupa objektivitasnya yang merupakan tradisi seorang akademisi. Bahkan ia bisa tersenyum puas di kala masih ada Banjir di Jakarta hanya untuk menunjukkan lawan politiknya Ahok - Djarot tidak mampu membebaskan Jakarta mengatasi banjir.

Ambisinya pula lah yang membuat seorang Anies Baswedan yang selalu inkonsestensi.