Pengetahuan Penyelamat Kemanusiaan (4, Habis): Belajar Dari
Foto: Detik Sport [/caption] Oleh: M.U. Ginting (Gothenburg, Swedia) Orang-orang Divide and Conquer ini harus kita akui punya kepandaian atau pengetahuan yan…
Foto: Detik Sport [/caption] Oleh: M.U. Ginting (Gothenburg, Swedia)
Orang-orang Divide and Conquer ini harus kita akui punya kepandaian atau pengetahuan yang sangat tinggi tentang bangsa Indonesia. Mereka juga punya pengetahuan mendalam soal kontradiksi yang sedang menyala di hati rakyat Indonesia ketika itu. Keinginan sebagian militer untuk menyingkirkan Soekarno dan Nasakomnya, tetapi harus menyingkirkan lebih dahulu Jenderal Ahmad Yani sebagai orang tertinggi di militer (ketika itu namanya kepala staf AD, sekarang sebagai panglima).
Paus Fransiskus belakangan dalam mengeritik habis-habisan terorisme dan bisnis senjata internasional bilang: “Behind all this pain, death and destruction there is the stench of what Basil of Caesarea called ‘the dung of the devil’. An unfettered pursuit of money rules. The service of the common good is left behind. Once capital becomes an idol and guides people’s decisions, once greed for money presides over the entire socio-economic system, it ruins society, it condemns and enslaves men and women, it destroys human fraternity, it sets people against one another and, as we clearly see, it even puts at risk our common home” ( http://fortune.com/)
Gambaran situasi dunia sekarang sangat tepat dilukiskan oleh Paus Fransiskus. Kesimpulan Paus ini dan semua pengetahuan yang sudah sampai ke publik lewat internet media sosial atau media infromasi umumnya, dan yang pada prinsipnya tak terbatas itu, kelihatannya akan mampu atau sudah mampu menyeimbangi pengetahuan yang tadinya hanya dipunyai atau dimiliki oleh orang-orang DC, dan yang tadinya jelas lebih tinggi dari pengetahuan rakyat biasa atau publik dunia umumnya.
Karena itu definisi paling tepat Knowledge (Pengetahuan) ialah: