← Beranda Budaya & Adat · Kam, 13 Apr · 3 mnt baca
Sumut Paten Fashion & Food Festival 2017 Telah Dibuka Gubernur Minta Tingkatkan SPFF Menjadi Agenda Wisata Sumut DENHAS MAHA. MEDAN. Membuka kegiatan Sumut Paten Fashion & Food Festival 2017 di Center Point …
"Saya sering turun ke daerah, ternyata di 33 kabupaten/ kota, fashionnya luar biasa bagusnya. Dari berbagai etnik yang ada. Dirinya mencontohkan seperti di Kepulauan Nias yang tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga pakaian adat khas di 5 kabupaten/ kota yang ada. Bahkan menurutnya, potensi tersebut sangat memungkinkan untuk bisa dipamerkan kepada negara lain.
"Apalagi kalau ditempatkan di luar negeri, pasti harganya akan sangat mahal. Sekarang mungkin masih satu dua yang yang mempromosikan, tentu kita berharap ini ditingkatkan," sebutnya.
Erry juga menyebutkan masih banyak masyarakat yang lebih bangga menggunakan fashion buatan luar negeri. Padahal katanya, banyak produk yang bisa diunggulkan.
"Banyak juga yang bangga beli di luar negeri, tetapi banyak juga yang ternyata dilihat tulisannya Made in Indonesia," sebutnya.
Begitu juga dengan potensi kuliner di Sumut, bukan hanya sekedar enak, tetapi menurutnya provinsi ini adalah surga bagi penggila kuliner. Banyak wisatawan yang khusus datang untuk menikmati makanan di Sumut.
"Ini harus terus kita gali. Karenanya kami berharap semua stakeholder yang memiliki kepentingan untuk kemajuan Sumut, agar kita bersatu," tambahnya.
Gubernur juga mendorong agar festival yang mempromosikan Sumut seperti ini dapat ditingkatkan lagi. Dengan begitu, pariwisata Sumut dapat dikenal di Nusantara hingga kelas dunia Internasional.
"Ada banyak yang bisa diperlombakan. Beberapa waktu lalu juga ada kreasi remaja SMA kita yang perlu diangkat. Di sinilah perlu peran pemerintah dan pengusaha. Karena begitu banyak andalan kita yang adadi Sumut," jelasnya.
Acara yang juga dibuka dengan penampilan tarian multi etnik di Sumut juga memiliki kekayaan khas, terutama jika dikaji lebih dalam lagi, akan banyak makna yang terkandung di dalamnya.
"Bagaimana kita bisa bersaing di level nasional dan internasional. Ini saatnya kita bangkit," tegasnya yang menyebutkan keberadaan miniatur
Sumut seperti PRSU, juga dapat menggambarkan kekayaan adat budaya di Sumut.
"Saya mengucapkan selamat atas kegiatan ini. Bila perlu event seperti ini juga bisa dilaksanakan dua atau tiga kali setahun, jadwalnya jelas. Sehingga kita bisa undang negara luar untuk melihat Sumut. Kita diberi target 1 juta wisatawan oleh pusat (hingga 2019). Termasukfashion dan makanan," katanya.
Dirinya juga mengajak pemerhati pariwisata, pelaku wisata, asosiasi dan akademisi untuk duduk bersama, termasuk media, bagaimana mengembangkan potensi Sumut. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Elisa Marbun menyampaikan, sebanyak 62 peserta ikut terlibat dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Terdiri dari stand fashion dan makanan.
"Kegiatan ini dalam rangka hari jadi ke-69 tahun Provinsi Sumatera Utara. Dengan momentum ini, kita tingkatkan daya saing menuju Sumut Paten dan Sejahtera," sebutnya.
Hadir diantaranya Kepala BI Sumut, perwakilan BPK Sumut dan sejumlah kepala SKPD Sumut. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.