← Beranda Budaya & Adat · Ekonomi · Sab, 30 Sep · 3 mnt baca
Wali Kota Tutup Gebyar Ikm Dan Seni Kreatif Kota NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) berharap produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Medan bisa menembus dan bersaing ke…
Wali kota dalam sambutannya yang disampaikan oleh Zulkifli Sitepu mengatakan bahwa kota Medan memiliki banyak produk-produk unggulan dan potensial dari industri kecil maupun menengah di berbagais ektor seperti tekstil, makanan sampai kerajinan tangan. Produk ini tentunya harus didukung oleh kualitas sumber daya manusia itu sendiri, sehingga dapat mengolah serta menghasilkan suatu produk unggulan yang berbeda dari daerah-daerah lainnya.
Atas dasar itulah Wali kota sangat mendukung digelarnya Gebyar Produk IKM ini. Diharapkannya, kegiatan ini dapat meningkatkan ketrampilan para pelaku industri kecil dan menengah. Termasuk, mengapresiasi pelatihan batik cap dan pembuatan produk dari bahan dasar kulit.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita,” kata Zulkifli membacakan sambutan dari walikota
Selanjutnya Wali Kota menyampaikan harapannya agar produk-produk IKM Kota Medan bisa menembus pasar nasional maupun internasional. Wali kota mengajak seluruh pelaku industri kecil dan menengah selalu meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam menghasilkan produk-produk unggulannya baik itu makanan maupun kerajinan tangan. Tak lupa Wali kota berpesan agar pelaku industri kecil dan menengah memanfaatkan media internet dalam melakukan promosi secara online. Dengan demikian kerjasama antara pelaku industri kecil dan menengah bersama semua pihak dapat berjalan dengan lancar.
“Insya Allah ini tentunya akan berdampak dengan peningkatan pendapatan keluarga kelompok-kelompok IKM yang ada di Kota Medan,” harapnya.
Gebyar IKM dan seni Klreatif ini telah dilaksanakan selama 6 hari mulai 9 sampai 14 September 2017. Kegiatan ini menampilkan 42 stand yang terdiri dari cake and bakery seperti Aroma bakery, Mawar bakery, Napoleon, Bolu Meranti, Coco Bakery serta Clover. Kemudian Manufaktur diantaranya PT Musimas dan PT Extravert Nasuba dan Fast Food yang diikuti Pizza Huta dan Texas Chicken. Di samping itu, jelas Zulkifli, kegiatan juga diisi dengan pelatihan membatik cap yang berlangsug selama 15 hari kerja (9 s/d 27 September) yang diikuti 60 orang dari Kecamatan Medan Selayang dan sekitarnya.
Lalu pelatihan pembuatan produk bahan dasar kulit seperti tas, tali pinggang dan sepatu di UPT Kulit Komplek PIK kelurahan Medan Tenggara selama 15 hari kerja (09 s/d 27 September) yang diikuti 50 orang dari Kecamatan Medan Denai dan sekitarnya.
Meski pun kegiatan ini sudah berakhir namun Zulkifli mengatakan, kegiatan pengembangan IKM masih terus dilakukan. Untuk itu pihaknya berharap agar para instruktur dan peserta dapat terus meluangkan waktu supaya berkonseling. Dengan demikian kegiatan yang digelar ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.
Sebelum menutup Gebyar IKM dan Seni Kreatif, Zulkifili juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 24 pelaku usaha indsutri dan 60 sertifikat kepada peserta pelatihan membatik cap dan pembuatan produk bahan dasar kulit. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas produknya sehingga mampu menembus pasar nasional maupun internasional. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.