← Beranda Arif abarichinsyah aji · Berita terkini · Jiwa · Sel, 18 Sep · 2 mnt baca
Kolom Arif A. Aji: Aku Predikat yang sama sekali tidak aku harapkan tapi harus kudapatkan. Berawal dari rasa takut berpuluh tahun mencengkeram. Dan harus terikat oleh kepercayaan, …
Bertahun-tahun kuterombang-ambing dalam hilangnya kepercayaanku, menjadi ketidakpercayaan membatu. Sudah kepalang basah, aku memperdalam arti dari ketidakpercayaanku. Aku pemberontak sejati dari semua aturan yang diwariskan padaku. Aku tersisih dari peradabanku.
Dari semua itu, aku mulai bisa memahami tentang bahasa makna, bahasa hikmah, dan bahasa alamiah yang menyentuh semua dimensi keberadaanku. Saat kutinjau kembali, terbit kembali kepercayaan itu. Namun, bukan dalam diriku. Bahasa alam semestalah yang memberikan inspirasi-inspirasi abadi dan melahirkan kepercayaan baru.
Aku jadi makin tahu, Kafir dalam diriku adalah proses satu putaran penuh dari Kepercayaanku menuju Ketidakpercayaanku dan kembali pada Kepercayaan yang lahir dari keberadaanku. Jadi KAFIR menurutku adalah ketika sudah selesai dalam siklus perjalanan psikologi manusia yang berkonstitusikan percaya dan tidak percaya.
Dan, bahasa subtansial alam semesta yang akan menempatkan diri pada objectifitas nilai kemanusiaan, yang jadi penyeimbang keduanya. Menuju kelangsungan kehidupan Umat Manusia.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.