← Beranda Berita terkini · Hukum · Kolom · Nasional · Sab, 27 Okt · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Di Mana Ketegasan Sedih ketika melihat tayangan berita di tivi. Para sahabat Banser yang membakar bendera HTI itu diperiksa. Seperti halnya orang yang bersalah dan membuat ula…
Tidak cukupkah langkah sahabat Banser ikut serta menjaga perdamaian dan keBhinekaan di negeri ini? Tidak cukupkah pengorbanan mereka untuk ikut mengamankan hari besar umat beragama di Bumi NUsantara? Atau tidak cukupkah para sahabat Banser itu harus berpisah dengan keluarganya, hanya untuk ikut serta menjaga arus mudik di hari raya?
Tidak cukupkah itu semua?
Inikah tanda terimakasih kalian, untuk sebuah pekerjaan yang hanya mengandalkan ketulusan, dan tiada pernah mendapatkan imbalan? Para sahabat Banser itu juga sama Islamnya, sama sholatnya, sama ucapan Tauhidnya. Namun, kenapa FPI HTI menuduh sebagai penista agama?
Apakah kalian pura=pura lupa bahwa UU Ormas sudah disahkan dan diterapkan di negeri ini? Apakah kalian pura-pura buta, bahwa yang dibakar oleh sahabat Banser itu adalah simbol HTI, Ormas anti Pancasila?
Kenapa kalian tidak bisa berkata A adalah A dan B adalah B? Kenapa seolah-olah kalian mengakomodasi langkah sebuah Ormas yang justru sudah diharamkan di negeri ini? Tidak taukah kalian bahwa semakin mereka diakomodasi, semakin melunjak pula keinginan dan kemauan dari mereka?
Hukum itu tidak berdasarkan banyaknya para demonstran, dan tidak pula mengenal intimidasi dari mayoritas yang ada? Cukuplah hanya Gus Dur dan Ahok yang dilengserkan paksa, dan jangan ada lagi setelahnya.
Lebih baik mati dalam keadaan mulia, daripada hidup hanya untuk menjadi budak kaum radikal intoleran di Indonesia. Segera selesaikan masalah ini, sebelum para Kyai kami yang menyelesaikan dengan caranya sendiri.
Ini Bumi NUsantaraKu, bukan negeri padang pasirmu.
Salam Jemblem..
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.