← Beranda Berita terkini · Bumn · Ekonomi · Kolom · Nasional · Pertambangan · Sab, 14 Jul · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Jokowi Sang Petarung "Pak hati-hati, lho, Freeport jangan diusik. Taruhannya jabatan anda," kata seorang menteri yang mencoba "memperingatkan" Pak Jokowi. Jawab pak Jokowi: "Ya, …
Ancaman itu bisa datang dari pembantunya sendiri, orang dekatnya ataupun bisa juga dari pendukung oposisi. Tetapi, seorang Jokowi tetaplah Jokowi. Dia koppig (kata Belanda yang artinya keras kepala, red.) kalau sudah menyangkut kepentingan rakyat yang dipimpinnya.
Bagi Jokowi, jabatan Presiden itu cuma sementara. Sedang kepentingan bagi bangsa dan negara itulah hal yang utama. Andai Jokowi mau "sedikit mengalah", maka sudah barang tentu urusan Pilpres 2019 pasti sudah ada digenggamnya. Mengingat beliau mempunyai kuasa dan dengan kekuasaan yang dimilikinya maka berapapun uang yang diminta sebagai tanda balas jasa pasti akan tersedia.
Dengan kekuatan uang, maka siapapun pasti akan mudah dirangkulnya. Termasuk Pak Tua yang hobinya nyinyir dan Si Buron yang memecahkan rekor dunia dengan umroh terlama.
Tetapi, sayang, Jokowi bukanlah tipe seorang oportunis yang cuma memanfaatkan kesempatan. Beliau adalah petarung sejati, meskipun berbadan kerempeng dan tidak berbasik militer. Petarung yang bukan hanya bertarung dengan para begundal negara saja. Melainkan bertarung dengan hati nuraninya, dalam melawan nafsu serakah yang ada pada setiap diri manusia.
Jokowi, adalah pemimpin spesial yang tidak pernah merasa dirinya spesial.
Sore yang dingin di Lereng Arjuna (sambil melihat Kamvret terbang lengkap dengan kaosnya).
Salam Jemblem
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.