← Beranda Kolom · Nasional · Sel, 7 Agu · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Track Recordmu Kelam, Jendral Prabowo, seorang mantan militer dengan pangkat terakhir sebagai Pangkostrad, rupa-rupanya masih berambisi dan ingin mencalonkan kembali dirinya menjadi seora…
Bila melihat track record dari Prabowo sendiri, mungkin hal ini tidaklah mengherankan. Di dalam sebuah wawancara yang berlangsung off air dengan Allan Nairn, seorang jurnalis dan aktivis kemanusiaan asal Amerika Serikat, Prabowo mengungkapkan: "Bangsa ini membutuhkan suatu sistem pemerintahan yang efektif berupa rezim otoriter yang jinak."
Setali tiga uang, HTI dan FPI pun sama-sama ingin mendirikan sistem diktator monarkhi dengan balutan khilafah syariat sebagai kemasannya. Jadi, mengapa Ormas intoleran lebih condong mendukung Prabowo daripada calon yang lainnya?Kemungkinan besar karena visi misi dan konsep mereka untuk Indonesia itu sama.
Samanya di mana? Lihatlah kembali ungkapan Prabowo sewaktu diwawancari oleh Allan Nairn tersebut. Pasti praboker menuduh bahwa aktivis kemanusiaan dan juga seorang jurnalis Allan Nairn itu mengada-ada. Tetapi, yang perlu digarisbawahi, sampai detik ini reaksi Prabowo hanya diam, sedangkan Allan Nairn sendiri MENANTANG Prabowo untuk membuktikanya di pengadilan.
Kalau tuduhan itu salah, kenapa hanya diam bapak Jendral (pecatan)?
Lihatlah track record seorang Capres, jangan sampai pilihan kita menyusahkan anak cucu dan generasi penerus bangsa nantinya. Cukuplah kita yang mengalami kelamnya rezim diktator Suharto, dan jangan ada lagi sesudahnya.
Becik Ketitik Olo Ketoro. Salam Jemblem.. Rujukan: Ini Alasan Jurnalis AS Allan Nairn Ungkap Wawancara "Off The Record" dengan Prabowo
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.