← Beranda Kolom · Rab, 26 Sep · 2 mnt baca
Kolom Ganggas Yusmoro: Bisakah Kampanye Damai Terwujud Di Pilpres Ketika kemarin para tokoh partai mendeklarasikan Kampanye Damai. Ketika Pak Jokowi dan Prabowo bergandengan tangan berpakain tradisional. Bisa diyakini semua…
Sejujurnya, jika mau menelisik ke belakang, ketika ujug-ujug partai oposisi seperti kerbau dicocok hidung membuat pernyataan kampanye damai, sungguh seperti mempercayai kucing liar untuk menunggu sepiriing ikan asin. Buktinya adalah, sudah mulai masif hal-hal yang berbau rasis dan politik identitas. Dan, yang teranyar, ada selebaran di Medsos dari ulama sebelah yang kembali unjuk gigi untuk mengkondisikan situasi.
Apalagi kita semua tahu di belakang pendukung Prabosan ada Amien Rais, ada GNPF, ada keluarga Cendana yang tentu saja ingin merebut Petral kembali. Ada imam besar yang selalu membuat pernyataan-pernyataan kontroversi. Tak kalah pentingnya, ada PKS yang selalu membuat gegap gempita tentang nilai Kebangsaan dan Bernegara. Ditambah ada penumpang gelap ideologi HTI yang tentu saja berusaha mati-matian untuk eksis.
Track record serta fakta dari mereka yang selama ini membuat situasi agak memanas, apakah juga ujug-ujug kita harus manthuk-manthuk dan percaya? Harapannya adalah, semoga TNI / Polri tetap waspada dan komitmen serta memberangus siapa saja yang ingin membuat Pilpres 2019 dikondisikan seperti halnya Pilkada DKI.
Yang lebih penting adalah, Relawan Jokowi musti semakin membulatkan tekat untuk kemenangan Jokowi agar adanya kesinambungan pembangunan di seluruh negeri kita tercinta.
Yang waras tidak boleh ngalah !!
#JokowiLagi.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.