← Beranda Berita terkini · Nasional · Papua · Pertahanan & keamanan · Kam, 6 Des · 4 mnt baca
Kolom Muhammad Nurdin: Sebuah Anomali Di Tanah Papua (sirulo Membaca kesaksian seorang pekerja yang selamat dari eksekusi massal yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) membuat saya heran, sedih sekaligus ger…
Memang, ada saja kabar penyerangan dari kelompok bersenjata di Papua. Yang sekarang terjadi adalah yang paling besar, paling terorganisir, dan memiliki pesan "teror" yang kuat.
Saya tidak tahu kepada siapa pesan ini ditujukan. Yang jelas, ada anomali disini. Di saat pemerintah sedang membangun Papua, memberikan keadilan di Papua, tiba-tiba ada pihak-pihak yang tidak suka dengan dibangunnya Papua.
Sebelum era Presiden Jokowi, Papua dipandang sebelah mata. Kekayaan alam Papua dikuras tanpa ada kompensasi yang sebanding untuk warga Papua.
Tak ada yang murah di Papua, kecuali "sirih-pinang". Jangan tanya berapa harga BBM disana. Jangan tanya juga harga semen. Seorang teman yang bertugas disana mengatakan, lebih baik bangun rumah pakai kayu.
Papua dilirik hanya ketika menjelang Pilpres. Selebihnya, Papua tak lebih dari "lonte", terus ingin menikmatinya, tapi tak mau dinikahin. Nasib, Papua terus merana.
Sampailah saat keberpihakan datang melalui Presiden Jokowi. Sudah tak terhitung ia mengunjungi Papua. Membuka akses jalan yang biasanya hanya dapat ditempuh lewat udara. Memastikan harga BBM sama dengan di Jawa. Dan, merebut kembali Freeport. Kekayaan Papua yang tidak bisa dinikmati oleh rakyat Papua.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.