← Beranda Berita terkini · Kolom · Pemilu · Politik · Rab, 17 Okt · 2 mnt baca
Kolom Ray Bambino: Curcol Friend list saya dapat dipastikan mayoritas sebagai Jokowi Voter. Sedari dulu kita sering berdebat bareng dengan oposisi. Lalu pemikiran kritis saya sebagai …
Bahwa dengan "hembusan angin politik" sebegitu cukup dramatis, saya pun mulai berpikir keras guna memformulasikan premis-premis baru beserta argumen-argumen rasional yang berkaitan dengan tema, yaitu politik. Maka kecenderungan preferensi politik saya jelas harus "berdiri" bersama barisan manusia dan "Cebong" tadi untuk dan semata-mata demi cita-cita reformasi, yaitu "Supremasi Sipil".
Ternyata eh ternyata, "perubahan angin" ini disikapi dengan "warna" lain. Ada yang rasional kritis seperti meminta saya untuk berlaku bijak karena bla bla bla, dan ada juga yang Asbun. Nah, yang Asbun ini umumnya bertolak dari kedangkalannya sendiri, bisa dibilang "ilmu secangkir bacot selaut". Mengenai yang meminta saya untuk berlaku bijak, jawaban saya mudah saja: "Anda terlambat, seharusnya ketika saya 'menguliti' argumentasi dangkal dari oposan, anda sudah menyuarakan hal ini."
Akhirnya saya hanya dapat berbisik, hidupku tidaklah sia-sia. Ternyata ada juga yang mau mengingatkan saya untuk bijak meskipun terlambat. Terima kasih, kawan.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.