← Beranda Berita terkini · Ekonomi · Pemilu · Perikanan/ nelayan · Rab, 7 Mar · 2 mnt baca
Tentang Laut Pantai JEBTA B. SITEPU. SIBOLGA -- Dberlakukannya larangan penggunaan pukat untuk menjaga sumber hayati ekosistem laut berdampak negatif terhadap perekonomian nelay…
"Kita berharap agar dibantu, Pak. Kita kesulitan menyekolahkan anak dan memenuhi perekonomian. Karena larangan pukat ini, kita tidak tahu lagi bagaimana memenuhi kebutuhan hidup. Ikan yang kita dapat sedikit. Dampaknya juga sangat luas," terang warga bernama Nurmadia Pasaribu (55) kepada Sihar Sitorus kemarin di Sibolga.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh Yarti Siregar (65). Menurutnya, larangan tersebut berdampak luas karena umumnya warga menggantungkan kehidupan dari sektor laut dengan penangkapan ikan.
"Kalau tidak ada mata pencaharian kami, bagaimana kami bisa hidup. Hal ini yang harus diatasi. Kalau tidak, kami tidak akan bisa hidup," jelasnya.
Menurut Sihar, pengembangan laut di kawasan Pantai Barat ke depan akan dilakukan dengan sistematis. Potensi laut sangat besar dan berpeluang menjadi sumber peningkatan kesejahteraan warga.
"Kita datang ke sini kan untuk mendengarkan keluhan mereka. Nantinya akan kita siapkan formula untuk pengembangan sektor kelautan ini dengan baik. Baik dari aspek keberlangsungan alam maupun keberlanjutan kehidupan warga," katanya. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.