"Jeremy Powell iri dengan saya, mereka dikritik pemerintahnya. Kalau kita, bisa dilihat BI bagaimana mesranya dengan pemerintah. Tetapi, tetap kami independe…
"Jeremy Powell iri dengan saya, mereka dikritik pemerintahnya. Kalau kita, bisa dilihat BI bagaimana mesranya dengan pemerintah. Tetapi, tetap kami independen selaku bank sentral, meski kita sangat kuat hubungannya dengan pemerintah," kata bos BI Perry Warjiyo di Jakarta sebagamana diilis oleh Merdeka[.]com [ .
Keirian bos Fed bisa masuk akal, ditinjau dari berbagai segi, terutama dari segi aktual sekarang ini, dimana nation-nation dunia dalam fase transisi, "a crossroads in the history of our civilization " (Trump) menuju kekuasaan nasional yang 'sempurna'. Artinya, tanpa campur tangan penguasa finans global seperti pada abad-abad lalu terutama Abad 20.
"The Fed seringkali memperoleh kritik tajam dari Pemerintah AS." kata bos BI Perry Warjiyo.
Kritikan ini di era Presiden Trump tentunya. Trump sebagai seorang nasionalis AS ingin mengubah Amerika menjadi sebuah negara nasional yang bebas dari pengaruh globalisme atau bebas dari cengkeraman 'the corrupt establishment' termasuk cengkeraman Fed.
Kritikan terhadap Fed dan the establishment terus-menerus dilancarkan oleh Trump. Tetapi sebelum Trump, jarang atau tidak ada kritikan. Kalau ada, orangnya bisa hilang, seperti Kennedy atau Lincoln yang bukan hanya mengeritik tetapi juga berusaha mencetak dollar bagi Pemerintah AS, mau mengambil alih atau menghilangkan tugas Fed mencetak dolar.
Dan, seperti publik sudah mengerti, Kennedy dan Lincoln tewas terbunuh dalam pertarungan hidup mati Fed, yang berarti juga hidup mati kaum globalis NWO. Fed Banyak Rahasianya
Fed dikuasai oleh bank cartel yang pemiliknya terdiri dari 8 keluarga bankir internasional yaitu:
Goldman Sachs, Rockefeller, Lehmans dan Kuhn Loebs dari New York; Rothschild Paris dan London; Warburg dari Hamburg; yang Lazards dari Paris; dan Israel Musa Seifs Roma (Lihat di SINI ).