Gendang di Pulau Seribu Kuil: Karo Rayakan Guro-Guro Aron di Penang
Pada 10 Mei 2026, komunitas Karo di Malaysia menggelar Gendang Guro-Guro Aron di Penang — merayakan tradisi yang lahir dari ladang padi Tanah Karo di sebuah pulau yang sudah ratusan tahun jadi simpul perantauan Asia Tenggara.
Komunitas Karo di Malaysia menggelar Gendang Guro-Guro Aron — tradisi hiburan muda-mudi yang lahir dari sistem kerja kolektif aron di ladang padi Tanah Karo — jauh dari ladang asalnya, di tengah kota pelabuhan bersejarah yang telah lama menjadi simpul perantauan dari seluruh Asia Tenggara. Bhina Tarigan mengunggah undangannya di media sosial dengan kalimat sederhana: "Sampai bertemu gendang guro guro aron Pulau Penang Malaysia" — seolah menyebut nama suatu tempat sudah cukup untuk memanggil siapa saja yang mengenal irama itu. Di panggung yang jauh dari ukiran Siwaluh Jabu, pasangan-pasangan muda landek diiringi sarune dan gong, menyanyikan rende dalam bahasa yang tidak digunakan oleh negara tempat mereka menginjakkan kaki.
Karo tidak punya kata untuk "diaspora" — tapi punya gendang yang diingat tubuh bahkan setelah tanah airnya terlupakan di peta.