Durian di Perbatasan Hutan, untuk Warga dan Orangutan Tapanuli
Peringatan Hari Orangutan Sedunia di Tarutung diisi pembagian bibit durian untuk warga di perbatasan hutan, upaya menjaga orangutan tapanuli yang di alam liar tinggal sekitar 716 ekor.
Di Tarutung, Rabu lalu, ratusan anak SD dan SMP ikut senam pagi bareng, tapi bukan itu yang bikin hari itu beda dari biasanya.
Hari itu, 19 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperingati Hari Orangutan Sedunia di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung. Selain senam pagi, ada lomba melukis, lomba mendongeng, talkshow, sampai sesi foto bareng maskot orangutan yang bikin anak-anak dari Kecamatan Tarutung itu betah seharian. Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan bilang, menjaga orangutan tapanuli tidak bisa dipisahkan dari nasib warga yang tinggal di pinggir hutan. Salah satu langkahnya, pemkab membagikan bibit durian untuk ditanam di kawasan perbatasan hutan, supaya warga dapat penghasilan tambahan tanpa perlu membuka lahan baru yang jadi rumah orangutan. Ini bukan basa-basi seremonial: orangutan tapanuli cuma tersisa sekitar 716 ekor di alam liar, jadi kera besar paling langka di dunia, dan hutan Batang Toru yang jadi rumah mereka ada persis di sebelah selatan Tapanuli Utara.
Bibit durian itu perlu bertahun-tahun sebelum berbuah, persis seperti orangutan yang perlu hutan tumbuh utuh dulu sebelum bisa benar-benar pulang.