Tenun Sumba Timur Tampil di Pameran Anggrek Internasional Singapura
Karya penenun Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, sebagian besar perempuan, dipamerkan lewat instalasi Rumah Sumba di Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza, Gardens by the Bay.
Ada kabar baik dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur: tenun ikat buatan tangan penenun kampung kini berdampingan dengan ribuan bunga anggrek di salah satu taman paling dikenal di Singapura, dilihat pengunjung dari berbagai negara.
Ceritanya datang dari Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, yang menaungi lima kampung penenun: Raja Prailiu, Mbatakapidu, Mauliru, Lambanapu, dan Kawangu. Di sana sekitar 250 perajin menenun benang jadi kain dengan motif yang diwariskan turun-temurun dari ibu ke anak, dan 97 persen dari mereka perempuan. Sejak program ini berjalan tahun 2025, kegiatan menenun sudah menjangkau 1.295 warga, pendapatan naik sampai 50 persen, 67 lapangan kerja baru terbuka, dan seluruh hasil tenun terjual habis di pasar. Bukan angka kecil untuk kampung yang dulunya menenun sekadar buat kebutuhan sendiri dan tetangga.
Awal Juli ini, karya mereka tampil lewat instalasi bernama Rumah Sumba di Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza, Gardens by the Bay, berlangsung sampai 10 Agustus. Motif yang dulu cuma dikenal warga sekitar kampung, sekarang jadi obrolan pengunjung dari benua lain, dan penenunnya tetap yang sama, hanya panggungnya yang berubah.
Sumber: Merdeka.com, Viva.co.id, JPNN.com