Suara yang Gemetar di Podium Chamonix
Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut dua emas speed climbing di World Climbing Series Chamonix, satu di antaranya diraih Veddriq di tengah cedera yang nyaris membuatnya tak bisa latihan penuh.
Suara Veddriq Leonardo gemetar waktu bicara ke kamera, bukan karena kalah, tapi karena akhirnya menang lagi.
Sabtu (12/7) itu, di World Climbing Series Chamonix, Prancis, Veddriq naik podium tercepat nomor speed putra dengan catatan 4,89 detik, mengalahkan sesama atlet Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, yang finis di posisi kedua. Emas itu jadi yang pertama buat Veddriq sejak Olimpiade Paris, diraih justru saat cedera membuatnya nyaris tak bisa latihan penuh beberapa bulan terakhir. "Ini sangat berarti buat saya, karena saya datang ke setiap kejuaraan belakangan tanpa persiapan yang layak," katanya, suaranya masih terdengar berat menahan haru. Di nomor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet asal Buleleng yang mulai memanjat karena diajak bibinya main-main di taman kota Singaraja, mengunci emas keduanya berturut-turut setelah Krakow, kali ini dengan waktu 6,22 detik.
Ada juara yang lahir dari latihan yang lancar tanpa hambatan. Ada juga yang lahir dari bertahan di saat tubuh sedang tidak baik-baik saja, dan tetap naik ke tebing itu juga.
Sumber: CNN Indonesia, detikcom, Kalderanews