Kolom Nisa Alwis: SIKLUS

Setiap keluarga pasti punya dokumen lawas. Berikut ini, ibunda saya Tahun 80an. Potret khas masa itu semua kurang lebih sama kayaknya, ya. Hiii… Tetapi pemandangan seperti ini sekarang hampir hilang. Melihat ini saja pun pasti ngga sedikit orang deg-degan. Oh, ibu Haji kelihatan rambut. Tidak! itu dosa…

Kolom Marx Mahin: BUDAYA DAYAK “ASLI”?

Satu hari di sebuah sanggar tari di Kota Palangka Raya. Terjadi percakapan menarik antara saya dengan seorang ibu yang oleh kaum muda masa kini dikategorikan sebagai Mahmut Basa (Mamah Muda Imut Beranak Satu). “Saya ingin kostum Dayak yang asli”, demikian ucap ibu muda itu dengan serius.

Dongguan 3F Terbitkan Laporan “2021-2022 International Trend of Fashion Furnishings Color”

Dongguan 3F Releases 2021-2022 International Trend of Fashion Furnishings Color Report

ANG SAN MEI. DONGGUAN (Tiongkok) – Ajang “45th International Famous Furniture Fair (Dongguan)” (Dongguan 3F) dan mitra strategisnya China Fashion & Color Association merilis laporan “2021-2022 International Trend of Fashion Furnishings Color” pada 16 Maret.

Kolom Soibah E. Sari: SIKAP

Ketika mereka-mereka bertanya kenapa aku berani buka-pasang jilbab. Teman: “Kamu berani amat jilbaban ke tempat kerja doang? Nggak takut diomongin orang?” Aku: “Berani dong. Ngapain takut sama omongan orang? Toh waktu aku kelaparan mereka nggak ngasih makan. Ketika aku ditagih hutang motor mereka nggak bantu nyicil.

Kolom Sri Nanti: PAKAI JILBAB MAKIN CANTIK — Sebuah Kenangan Lucu

Nyambung lagi dengan teman lama. Jadi ingat kekonyolannya 12 tahun lalu. Ceritanyam, dia mulai pakai jilbab. Terus, setiap kali ketemu orang nggak laki nggak perempuan selalu bilang, “Wahhh… Kamu makin cantik ya kalau pakai jilbab.” Zaman itu memang lagi musim pujian seperti itu. Sebulan kemudian dia hadir di pertemuan nggak pakai jilbab.

Kolom Nisa Alwis: SERAGAM SEKOLAH — Selamat Hari Anak 2020

Seragam sekarang hampir semua panjang. Bahkan sejak PAUD dan TK. Dapatkah pengelola sekolah dan orangtua sama-sama mengevaluasi ini? Pertama, baju panjang dan berlapis sudah pasti lebih ribet, menghambat gerak kinestetik anak. Ke dua, kegerahan membuat tidak nyaman. Ini kontraproduktif, mengganggu bagi good mood anak. Ke tiga, seperti juga kita, kulit anak butuh cukup sinar matahari.

Kolom Eko Kuntadhi: PENYERAGAMAN BUSANA MUSLIMAH ADALAH PENJAJAHAN

Ada gerakan kebaya. Disodorkan untuk melawan arus jilbabisasi. Agar orang kembali ke akar budaya kita. Dan menghargai keragaman busana. Memang, yang namanya busana mestinya beragam. Setiap orang punya cara mengekspresikan dirinya.

Kolom Acha Wahyudi: KEGATELAN — Perempuan Hanyalah Objek

Bangsa Indonesia dan Malaysia itu kembar dempet satu Rumpun Melayu, tapi sebagian besarnya sama-sama keblinger, terjangkit virus Arabic Wannabe kronis! Hari gene manusia-manusia yang kau stempel tapir, berlomba-lomba mempelajari Sub-atomic dan Macro Cosmos. Mereka ngebet pengen duluan nyampe Mars, Titan, Europa kalau perlu Laniakea.

%d bloggers like this: