Kolom Arif A. Aji: 1 SUKU BANGSA BANDING 1 ORANG ULAMA

Pada awalnya, cimpa dihadirkan hanya pada saat acara kerja tahun atau merdang merdemsuatu desa saja.Pembuataan cimpa tersebut dilakukan pada hari ke enam, pada saat kerja tahun atau merdang merdem. Cimpa disediakan di setiap rumah, di suatu kampung yang sedang melaksanakan kerja tahun.Namun pada saat ini, dalam acara-acara adat Karo, cimpa selalu disediakan. Sumber kutipan dan foto: www.imgrumweb.com

Sebuah kegagalan Bapak Presiden Joko Widodo adalah ini salah satunya. Memilih wakil.Terlepas dari unsur politik dan lain lain, Bapak Wapres ini selalu menunjukkan ketidaklayakannya pada jabatan yang diembannya. Bukan keprihatinan dan sebuah wacana konkret pada penanganan krisis pada cengkeraman pandemi virus ini, malah buat statement yang sama sekali tidak mencerminkan seorang pejabat publik.

Kolom Arif A. Aji: BUDI DAYA BIRAHI

Keadaan memang yang mengharuskan orang itu memilih jalan hidupnya. Semua orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri walau tidak jarang dipersalahkan. Demikian juga dengan orang-orang yang sudah sampai pada taraf kemakmuran hidup. Dengan kapasitasnya dia bisa menggunakan kemakmurannya untuk kenikmatan hidupnya. Walaupun harus menutup nalar atau bahkan membunuh rasa empati sekalipun.

Kolom Arif A. Aji: DARI DIMENSI LAIN AKU MELIHAT

Aku duduk di sini. Di sebuah dunia dalam dimensi berbeda, tapi masih berada di atas bumi ini. Dimensi dimana udaranya tak lagi panik, sesak dengan kebenaran-kebenaran menutup pandang dan menyesakkan nafas seperti di dunia manusia yang ada saat ini. Dunia manusia buta dan tuli bahkan mati rasa oleh polusi dari kehancuran yang mereka buat sendiri.… Continue reading Kolom Arif A. Aji: DARI DIMENSI LAIN AKU MELIHAT

Kolom Arif A. Aji: KEMAKMURAN ARAB SALAH SATUNYA DENGAN PERANG — Dan Sadarilah Itu

Sampai kapan Bangsa Indonesia ini semua sadar kalau agama yang mereka yakini selama ini sudah diperalat dan diselewengkan arahnya untuk menjadi biang kesenjangan, kericuhan, keributan, bahkan kejahatan kemanusiaan? Sampai kapan Bangsa Indonesia ini semua sadar kalau Arab bukanlah Islam. Tragedi Arab adalah budaya biadab mereka yang sama sekali tidak menghargai nyawa manusia. Sampai kapan Bangsa… Continue reading Kolom Arif A. Aji: KEMAKMURAN ARAB SALAH SATUNYA DENGAN PERANG — Dan Sadarilah Itu

Kolom Arif A. Aji: KALAU SUDAH KATA ARAB — Dilarang Berpikir (Harus Nurut)

Lagi dan lagi isu baru yang sama dan itu-itu juga silih berganti. Isu usang yang selalu membenamkan otak dan kesadaran bangsa ini ke jamban. Isu lama dibuka lagi setelah isu yang kemarin sudah tenggelam. Isu Palestina yang dulu sempat terbenam diterbitkan lagi. Mirisnya, masih ada bangsa ini yang mau terombang-ambing dengan permainan isu publik seperti… Continue reading Kolom Arif A. Aji: KALAU SUDAH KATA ARAB — Dilarang Berpikir (Harus Nurut)

Kolom Arif A. Aji: SAAT TONTONAN JADI TUNTUNAN

Masih ada lagi fenomena-fenomena aneh dan gak penting dengan aktor yang itu-itu saja. Mereka memancing reaksi berlebih publik, tapi sama sekali tak membantu merubah keadaan.Dua orang petinggi agama atau pendakwah di bawah ini, menurutku, mereka melakukan hal-hal yang gak merubah apapun. Mereka lebih bermain dengan eksistensi mereka untuk mempengaruhi asumsi publik yang saat ini sedang… Continue reading Kolom Arif A. Aji: SAAT TONTONAN JADI TUNTUNAN

Kolom Arif A. Aji: AGAMA ALAT PENGUASA

Dulu aku adalah orang yang paling taat dalam beragama. Mungkin dari seratus orang belum tentu ada satu setaat aku. Namun, dalam ibadah aku selalu bertanya, pada siapa aku menyembah?Pertanyaan besar yang selalu menggantung di pikiranku, di sela-sela ibadahku. Karena yang aku rasakan hanya ketakutan, adalah dasar utama ibadahku.

Kolom Arif A. Aji: MENTAL PECUNDANG

Seorang ustadz yang notabene adalah panutan umat harus bisa mencerminkan akhlak atau perilaku yang benar-benar menunjukkan kearifan ilmu dan kebijaksanaan dalam keputusan. Akhlaq adalah bahasa mentalitas manusia yang dinaungi aura etika dan moralitas.

Kolom Arif A. Aji: AGAMA ANIMISME

“Karena di salib ada jin kafir. Dari mana datangnya jin kafir itu? Dari patung yang di belakangnya…..” Aku sebenarnya tidak menyangka kalau kalimat itu keluar dari bibir seorang penceramah yang notabene banyak pengikutnya. Bagaimana tidak? Begini…….

%d bloggers like this: